Yuk, Mempelajari Konsep Musik Barat dengan Mudah!

Sejarah perkembangan musik di dunia tak akan pernah bisa dilepaskan dari peranan serta sumbangsih konsep musik barat. Musik pada era saat ini tak sekedar karya seni yang dinikmati, namun sudah menjadi salah satu fondasi gaya hidup.

Begitupun dengan persebaran musik ke berbagai dunia, hingga menjadi berbagai genre, tentu tak bisa dilepaskan dari pengaruh konsep musik barat. Musik sendiri secara definitif merupakan karya seni yang memadukan iringan musik instrumental dengan suara vokal seorang penyanyi, hingga menjadi suatu harmoni suara yang saling melengkapi dan enak didengarkan.

Namun, kembali lagi pada konsep dasar dari musik barat yang dapat diartikan sebagai musik yang lahir dan tercipta oleh para seniman yang berasal dari negara barat, tepatnya di daratan Eropa. Musik barat masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-16 melalui kedatangan bangsa Portugis dan juga Spanyol, melalui alat-alat musik seperti Ukulele dan juga Biola.

Baca juga:  Ajarkan Anak Salat, Celine Evangelista Diisukan Mualaf

Musik barat bila dirunutkan berdasarkan tradisinya di negara-negara barat, diciptakan sebagai sarana sekaligus media dalam bidang spiritual untuk memuja para Dewa yang secara khusus dilakukan oleh bangsa Yunani. Musik yang diciptakan bangsa di negara-negara barat sarat akan harmoni indah yang mengekspresikan emosi dan keindahan nada dalam bentuk mantra.

Maka, musik barat yang awalnya hanya tersusun atas perpaduan suara vokal pemyanyi dan iringan musik instrumental, kemudian terus mengalami perkembangan. Susunan nada yang terkandung dalam konsep musik barat didasarkan pada tujuh not yang berbeda dalam satuan Oktaf, disebut sebagai skala Diatonik.

sumber gambar : unsplash.com

Secara garis besar, konsep musik barat terbagi atas tiga macam ;

1. Musik Modal

Musik Modal merupakan jenis musik yang tercipta dari suatu jajaran nada dengan jarak interval yang tidak ditentukan secara spesifik, serta tidak ada keterkaitan diantara masing-masing not tangga nada. Secara prinsip, musik modal hanya terdiri dari satu lagu ataupun satu melodi saja yang dimainkan oleh lebih dari satu orang.

Baca juga:  Penulis Nakah Ikatan Cinta, Hilman Hariwijaya Tutup Usia

Bila diklasifikasikan berdasarkan karakteristikya, musik modal dapat dikenali dengan beberapa ciri berikut ini ;

  • Nada dasar sebagai pusatnya
  • Monofon
  • Tidak memiliki keterkaitan disetiap tangga nada
  • Memiliki tangga nada pentatonic

 

2. Musik Tonal

Musik Tonal adalah susunan musik yang memunculkan karakter khas pada suara dan iringan yang diperdengarkan. Musik tonal bersifat dua arah, yakni vertikal dan horizon dengan adanya pusat nada yang menjadi patokan dasarnya. Maka, dalam musik tonal ini, masing-masing not memiliki hubungan dengan tangga nada diatonik mayor dan juga diatonik minor.

Skala diatonik sebagai komponen utama dalam konsep musik barat terdiri atas tujuh not dalam satuan Oktaf. Tujuh not tersebut dalam notasi solmisasi dikenal dengan do re mi fa so la si do.

Baca juga:  Heboh Wisata Gumuk Pasir Jogja Digetok Rp 100 Ribu, Ini Kata Pokdarwis Parangtritis

 

3. Musik Atonal

Musik Atonal merupakan rangkaian musik yang tidak berpatokan pada pada kunci dasar ataupun pusat tonal. Bisa dibilang, musik atonal merupakan musik tanpa nada serta disonansi yang sekilas terdengar senada, padahal sebenarnya berbeda. Musik Atonal diyakini sebagai awal mula dikenalnya musik klasik yang mulai populer pada sekitar Abad ke-20.

Musik Atonal dalam konsep musik barat memang sedikit keluar dari aturan tangga nada dasar, sehingga orang tak bisa langsung bisa menerimanya sebagai jenis musik. Selain karena menggunakan tangga nada Kromatif, musik Atonal bisa disebut sebagai musik yang diciptakan atas dasar spontanitas ataupu improvisasi dari penciptanya sendiri.

 

Sumber referensi : https://www.freedomsiana.id/konsep-musik-barat/