Warga RI yang Belum Booster Tak Dilarang Mudik, Ini Catatan Satgas

Sumber: blogspot

Peraturan perjalanan dalam negeri terkait mudik masih terus menjadi perbincangan publik. epala Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membuat konsep pengaturan perjalanan dalam negeri (PPDN) saat mudik lebaran 2022.

Ia mengatakan bahwa Surat Edaran (SE) terkait aturan mudik tersebut akan segera dikeluakan dalam waktu dekat. Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, Suharyanto mengatakan bahwa seiring terkendalinya laju Covid-19, masyarakat diperbolehkan mudik lebaran. Namun, syarat terkait aktivitas mudik tersebut juga telah ditetapkan.

Syarat tersebut yakni telah melakukan vaksinasi primer dan booster. Meski begitu, para pemudik juga diharuskan tetap mematuhi protokol kesehatan yang teelah ditetapkan.

“Bagi para pelaku perjalanan dalam negeri yang akan mudik dipersilahkan, diperbolehkan. Untuk yang sudah vaksin ketiga tidak perlu testing, untuk vaksin dosis kedua saat kedatangan dites antigen 1×24 jam atau PCR 3×24 jam. Sementara untuk vaksin dosis pertama, syaratnya wajib menunjukkan PCR 3×24 jam,” ungkap Suharyanto dalam konferensi pers, Kamis (31/3/2022).

Baca juga:  Video Viral! Akui Disuruh Pihak Lain dan Depresi Berat, Adam Deni Minta Maaf pada Ahmad Sahroni

Sementara untuk pemudik yang memiliki kondisi kesehatan khusus dan belum bisa menerima vaksinasi COVID-19, diwajibkan menyertakan tes PCR 3×24 jam dan melampirkan surat keterangan dari dokter umum atau dokter rumah sakit pemerintah setempat.

Kemudian untuk anak usia di bawah 6 tahun, tidak perlu melakukan testing namun wajib didampingi oleh pendamping perjalanan yang telah memenuhi syarat perjalanan.

“Untuk anak usia 6-17 tahun, tidak testing namun harus menunjukkan vaksinasi dosis kedua,” tuturnya.

Suharyanto pun tetap meminta masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap penularan COVID-19 karena tingginya mobilitas masyarakat. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, peningkatan mobilitas saat libur panjang selalu diikuti dengan kenaikan kasus positif dan menjadi salah satu kontribusi adanya gelombang kasus.
Sumber: health.detik