Viral Video Pengurus Banser ‘Dinyanyikan Saat Sakaratul Maut’, Simak Kisahnya

Sumber: aswajamuda

Baru-baru ini sebuah video yang memperlihatkan seseorang yang sedang terkapar sakit dinyanyikan oleh pengurus Banser viral di media sosial. Video yang beredar tersebut disertai dengan narasi ‘seorang yang sedang sakaratul maut dinyanyikan lagu’.

Ternyata sosok yang sedang sakit dalam video berdurasi 33 detik tersebut adalah salah seorang pengurus GP Ansor Kabupaten Banyumas, Rasyid Wisnuaji. Ia juga merupakan pengurus BArisan Ansor SSerbaguna (Banser) Banyumas.

“Betul beliau Ndan Rasyid Wisnuaji, Wakil Sekretaris PC GP Ansor Banyumas sekaligus Kepala Kesekretariatan Markas Banser Banyumas,” kata Sekretaris PC GP Ansor Banyumas, Muhammad Aqil Muzaky kepada detikJateng, Minggu (27/03).

Aqil kemudian menjelaskan bahwa narasi dalam video yang beredar tersebut kurang tepat. Menurutnya, menyanyikan lagu kebanggaan yel yel Banser hanyalah sebagai penyemangat untuk Rasyid.

Baca juga:  Travelling Low Budget: Cek 5 Tips Berburu Tiket Pesawat dengan Harga Murah

“Saya pikir itu menyesatkan kalau di-framing bahwa dinyanyikan saat sakaratul maut. Hanya penyemangat saja karena beliau sedang mengalami sakit kebetulan itu lagu kebanggaan organisasi yang dia ikuti dan itu pun atas permintaan Ndan Rasyid,” terangnya.

Selain itu, Aqil mengatakan video itu bukan dibuat saat Rasyid sedang sakaratul maut. Namun memang akhirnya Rasyid meninggal dunia saat perawatan di RS Geriatri Purwokerto, Minggu (20/3).

Semasa hidupnya, Rasyid yang juga dosen Unsoed itu dikenal sebagai sosok loyal terhadap organisasi. Menurut Aqil, permintaan Rasyid agar dinyanyikan lagi wajar sebagai bentuk kecintaannya terhadap organisasi.

“Beliau aktivis Ansor yang sangat luar biasa, meskipun di tengah kesibukannya menjadi dosen Unsoed jarang sekali absen pada kegiatan-kegiatan Ansor Banyumas,” jelasnya.

Baca juga:  Viral! Video Perang Rusia-Ukrania di Media Sosial Ternyata Palsu, Ini penjelasannya

Aqil pun berharap agar video yang beredar tidak terlalu dipermasalahkan. Karena menurutnya setiap orang punya kecintaan terhadap sesuatu yang kadang berbeda dengan orang lain.

“Mohon jangan terlalu dibesar-besarkan, itu kan soal kecintaan Ndan Rasyid barangkali berbeda dengan orang lain. Setiap orang pada posisi diminta untuk melakukan sesuatu oleh orang yang sedang sakit pasti berusaha mewujudkan apalagi mereka (orang yang menyanyi) itu keluarganya pasti ingin memberikan kebahagiaan,” tutupnya.

Sementara itu, menurut teman dekatnya Rasyid, Ahmad Sanriyanto Dirsan, mengatakan selalu tetap menghadiri agenda yang digelar Banser Banyumas.

“Beliau ini luar biasa, pada awal Oktober 2021 sudah terindikasi sakit kanker karena ada benjolan di perut sebelah kanannya, jadi tanggal 26 Oktober akhirnya menjalani operasi di RS Sarjito Jogja dan sebagian hatinya dipotong. Tapi di Bulan Desember saat ada giat Banser dia datang padahal ada selang di tubuhnya,” kata Dirsan, dikutip dari detikjateng, Selasa (29/03).
Sumber: detikjateng