Viral Video Ancaman Coblos Calon Kades di Klenang Kidul

Sumber: radarbromo.jawapo.com

Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan sebuah video ancaman dari calon kades di Klenang Kidul. Kabarnya, Pilkades Serentak Tahap II memang akan dilaksanakan di Probolinggo. Namun, sehari sebelum pencoblosan, terdapat video yang berhasil merekam ketakutan seorang calon pemilih akibat mendapatkan ancaman. Calon pemilih tersebut mengaku telah diancam untuk memilih nomor tertentu.

Tak lama, video berdurasi 1 menit 4 detik itu viral dan tersebar di sejumlah WhatsApp Group (WAG). Dalam video itu terlihat sejumlah warga tengah berkumpul di sebuah rumah. Kemudian wanita berbaju biru bermotif menangis histeris. Kabarnya, ia menangis usai menerima ancaman dari orang tak dikenal. Perempuan itu bercerita bahwa ia akan dibacok apabila tidak mencoblos salah satu calon yang diinginkan.

Baca juga:  Sah! Deddy Corbuzier Resmi Nikahi Sabrina Chairunnisa

Dalam video tersebut, perekam menuliskan caption bahwa kejadian tersebut ditemukan saat sedang berpatroli.

“Saat kami berpatroli, mendengar keributan salah satu masyarakat Desa Klenang Kidul. Lalu kami datangi dan ternyata ada kejadian ancaman,” tulisnya.

Untuk memastikan kebenaran video tersebut, melansir dari Jawa Pos Radar Bromo, salah seorang perangkat Desa Klenang Kidul, Bukhori. Sementara, Bukhori membenarkan hal itu.

“Betul, kejadiannya di Dusun Petong. Di salah satu rumah warga yang sulit dijangkau. Hanya bisa dilalui dengan jalan setapak,” ujarnya.

Bukhori mengatakan, tidak tahu persis kapan kejadian tersebut berlangsung. Sebab, saat itu dirinya sedang tidak berada di lokasi. Namun, sejumlah warga menyebut video itu hoaks.

Baca juga:  Heboh Video Pemotor Vs Begal Berebut Motor, Publik Soroti Pengendara: Jantan Gak Punya Nyali

“Dari warga sana bilangnya itu hoaks. Bilangnya kan diancam agar pilih nomor 3. Logikanya, calon nomor 3 ini warga Dusun Petong. Jadi tidak mungkin mengancam sama-sama satu dusun. Berarti kan orang luar desa. Jika ini terjadi, berarti memang niat adu domba,” katanya.

Namun, menanggapi beredarnya video tersebut, Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar Ipda Andri Okta menjelaskan, kejadian dalam video tersebut memang benar adanya. Ancaman itu terjadi saat masa tenang atau dua hari sebelum pencoblosan. Yaitu, Selasa (15/2).

Andri mengatakan, perempuan tersebut bernama Aliyah, warga Dusun Tekong, Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Setelah video tersebut tersebar, pihaknya bersama dengan Panitia Pemilih (Panlih) setempat serta Muspika Banyuanyar mendatangi lokasi.

Baca juga:  Heboh Agama Tentatif di Sosial Media, Ini Penjelasannya

“Kejadiannya itu sekitar pukul 21.30, saat itu perempuan ini hendak wudu untuk salat Isya. Dia mengajak suaminya, tapi tidak mau sampai akhirnya jalan sendiri. Di situlah dia didatangi pria bertopeng membawa celurit dan mengancam kalau tidak mencoblos calon nomor 3 akan dibacok,” kata Andri.
Sumber: radarbromo.jawapos.com