Viral! Matahari di Kalimantan Barat Bercincin, Apa Penjelasan BMKG?

Beberapa waktu lalu, video yang memperlihatkan adanya fenomena alam di Kalimantan Barat menghebohkan dunia maya. Dalam video yang tersebar di media sosial itu terlihat penampakan matahari yang dinilai tak biasa. Matahari dalam video tersebut tampak diselimuti lingkaran sempurna yang menerupai cincin.

Fenomena tersebut terjadi pada Jumat (18/2) lalu di Kota Singkawang dan Mempawah, Kalimantan Barat pada pkul 11.30 WIB. Seluruh warga Singkawang dan Mempawah heboh hingga mengabadikan momen tersebut serta mengunggahnya di media sosial. Hal tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi? Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadia Pontianak, Sutikno, mengatakan bahwa fenomena alam itu disebut dengan ‘Halo’.

Baca juga:  Jumlah Penonton Sirkuit Mandalika Kalah dari Sapang dan Buriram, Begini Penyababnya

Fenomena alam tersebut merupakan fenomena optis yang juga dapat terjadi di sekitar matahari, bulan, dan terkadang terjadi pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan.

”Lingkaran cahaya yang terjadi pada siang hari di sekitar matahari atau pada malam hari di sekitar bulan dapat terjadi karena adanya pembiasan sinar matahari oleh awan tinggi jenis cirrus yang ketinggiannya sekitar 10 km di atas permukaan bumi,” jelasnya dikutip Minggu (20/2/2022).

Cukup tingginya posisi awan cirrus tersebut, lanjutnya, sehingga partikel awan cirrus dapat berupa kristal-kristal es. ”Pada kondisi cuaca cerah dan terdapatnya awan cirrus dengan material kristal es inilah biasa “Halo” terjadi,” tambahnya.

Sutikno menjelaskan, beberapa sumber disebutkan radius “Halo” dapat mencapai sekitar 300 km. Sehingga fenomena ini dalam satu waktu dapat disaksikan pada wilayah yang cukup luas, seperti yang terjadi di Singkawang dan Mempawah. Durasi pun langsung hingga lebih dari satu jam.

Baca juga:  Heboh Perkara Jokowi Presiden 3 Periode, Ainun Najib Singgung Luhut Jadi Perdana Menteri

”Kondisi cuaca menjelang siang hari kemarin di sekitar Kabupaten Mempawah hingga Singkawang terpantau pada radar cuaca tidak terdapat awan penghujan, namun kondisi atmosfer cukup lembab. Fenomena “Halo” ini juga tidak menggambarkan kecenderungan potensi cuaca hingga beberapa hari ke depan, karena kondisi cuaca di suatu wilayah banyak faktor atmosfer yang mempengaruhinya,” tukasnya.

Selain itu, selama satu minggu ke depan kondisi cuaca di Kalbar secara umum diprakirakan akan rendah potensi terjadinya hujan. Hujan yang akan terjadi diprakirakan dominan pada kategori intensitas ringan.

”Sehingga potensi akan terjadinya banjir di wilayah Kalbar satu minggu ke depan cukup aman. Masyarakat diimbau untuk berhemat dalam penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
Sumber: walfare.id