Viral Investasi Bodong, Bareskim Kembali Bongkar Total Investasi 1,2 Triliun

Sumber: medan.tribunnews.com

Beberapa waktu belakangan ini, kasus Binomo belum lagi surut dengan kerugian yang dialami delapan korban senilai 3,8 miliar. Namun, kasus baru mengenai investasi bodong kembali dibongkar oleh kepolisian dengan kerugian yang lebih besar.

Kasus yang baru saja dibongkar oleh tim Bareskim kali ini berkedok bisnis robot trading. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskim Polri membongkar dugaan jaringan investasi bodong ini melalui aplikasi robot trading bernama Viral Blast Global.

Ada pun total nilai investasi dalam aplikasi tersebut mencapai 1,2 triliun rupiah. Sementara itu, terdapat empat tersangka yang ditangkap oleh penyidik dalam kasus tersebut.

“Kami mendalami ada dugaan tindak pidana, undang-undang perdagangan dengan menggunakan skema pozi atau piramida.

Baca juga:  Besok, Jokowi Lantik Komisioner KPU dan Bawaslu

Diperkirakan membernya sudah mencapai 12.000 member dengan investasi sebesar Rp1,2 triliun,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/2) lalu.

Wishnu menjelaskan bahwa mencuatnya kasus ini lantaran sejumlah member merasa dirugikan saat menduduki kantor aplikasi Viral Blast Global di Surabaya, Jawa Timur. Para korban meminta pertanggungjawaban kepada pihak Viral Blast Global.

Dalam memproses kasus ini, Whisnu juga menuturkan bahwa setidaknya masih terdapat satu tersangka yang masih dikejar pihak kepolisian. Oleh karena itu, tersangka tersebut hingga kini masih massuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menurutnya, aplikasi tersebut berada dalam perusahaan PT Trust Global karya yang tak memiliki izin melakukan perdagangan bisnis robot trading. Selain itu, mereka juga memakai skema ponzi dalam beroperasi selama ini.

Baca juga:  Kenal Lebih Dekat, Cha Jun Hwan, Skater Asal Korea yang Mencuri Perhatian di Olimpiade Beijing 2022

“Hasil kejahatan dinikmati bersama-sama oleh para pengurus VIral Blast dan affiliasinya,” jelas dia.

Dengan begitu, ketiga tersangka yang telah berhasil ditangkap berinisial RPW, ZHP dan MU. Mereka berperan memberikan presentasi dan meyakinkan calon member bahwa tidak akan rugi berinvestasi di Viral Blast.

Sementara itu, Kasubdit TPPU Kombes Pol Robertus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana mengungkapkan perusahaan Viral Blast Global diketahui memasarkan produk e-book kepada membernya untuk digunakan trading.

Diduga, mereka aktif melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan dan membayarkan uang hasil kejahatan tersebut.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 atau Pasal 6 jo Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 105 jo Pasal 9 dan/atau Pasal 106 jo Pasal 24 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Baca juga:  Viral! Video Perang Rusia-Ukrania di Media Sosial Ternyata Palsu, Ini penjelasannya

Para tersangka terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.
Sumber: medan.tribunnews.com