Varian Virus Omicron, Gejala, dan Pencegahannya

Pexels.com

Virus Corona memiliki mutasi yang beragam. Bahkan, di setiap daerah di seluruh dunia biasanya memiliki varian yang berbeda. Pandemi yang dimulai akhir tahun 2019 ini memang meresahkan dunia. Bahkan pada tanggal 24 November 2021, muncul mutasi baru Corona yang disebut “Omicron”. Varian ini juga dikenal sebagai varian B.1.1.529. Kasus pertama dari varian ini berada di Afrika Selatan.

Varian Omicron telah diklasifikasikan sebagai Varian of Concer (VOC), yaitu varian yang harus diwaspadai. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjelaskan bahwa pengklasifikasian itu diputuskan berdasarkan pada bukti yang diberikan kepada TAG-VE bahwa Omicron memiliki beberapa mutasi yang mungkin berdampak pada perilakunya. Misalnya, seberapa mudah menyebar atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

TAG-VE merujuk pada The Advice of WHO’s Technical Advisory Group on Virus Evolution atau Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus. WHO menjelaskan saat ini para peneliti di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami seluk beluk varian Omicron.

Kabar baiknya ialah varian Omicron masih dapat dideteksi dengan tes PCR. Sehingga untuk mendeteksi varian ini masih dibilang cukup mudah.

Kasus pertama varian Omicron di Indonesia muncul pada tanggal 18 Desember 2021. Pasien merupakan dua orang yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dari Amerika Serikat dan Inggris. Sejak pengumuman kasus pertama ini tentu  menambah kekhawatiran masyarakat di Indonesia. Pasalnya, kondisi Indonesia sebelum kasus ini muncul sudah membaik dari sebelumnya. Ditakutkan dengan adanya varian Omicron di Indonesia akan meloncakkan kasus lagi di Indonesia.

Baca juga:  BTS akan Kembali Gelar Konser Selama 4 Hari di Las Vegas pada April 2022
Foto stok gratis coronavirus, covid-19, di luar
Pexels.com

Adapun gejala dari varian Omicron sebagai berikut

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan varian Omricorn ke dalam kategori VOC. Sedangkan kategori tersebut digunakan untuk menyebut  varian virus Corona yang diduga mampu menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat mempengaruhi efektivitas vaksin.

Sehingga perlu adanya pemahaman tentang gejala dari varian Omicron. Agar masyarakat dapat mengetahui dan langsung bertindak ketika mengalami gejala tersebut. Adapun gejala dari varian Omicron diketahui sedikit berbeda dengan varian lain sebelumnya. Akan tetapi, beberapa ahli menyebutkan bahwa gejala varian Omicron lebih ringan.

Kepala Asosiasi Medis Afsel, dokter Angelique Coetzee, menyebutkan gejala Omicron sangat berbeda dari varian Delta. Ia menyebut gejala Omicron sangat mirip dengan gejala pilek atau flu. Ciri-ciri gejala varian Omicron di antaranya, yaitu sakit kepala, nyeri tubuh, dan tenggorokan gatal.

Sementara itu Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan gejala umum varian Omicron yang terdeteksi sejauh ini:

  • batuk kering dan tenggorokan gatal (89 persen)
  • letih (65 persen)
  • hidung tersumbat (59 persen)
  • demam (38 persen)
  • mual (22 persen)
  • napas pendek atau kesulitan bernapas (16 persen)
  • diare (11 persen).
Baca juga:  Vina Garut Kembali Trending di Twitter, Ini Penjelasannya

Belum dapat dipastikan apakah Omicron benar-benar memiliki gejala lebih ringan daripada jenis lainnya. Namun terdapat beberapa cara untuk mencegah penularannya.

Cara mencegah varian Omicron

Orang Yang Menjatuhkan Tes Tabung
Pexels.com

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan menjelaskan beberapa cara untuk mencegah agar tak terpapar varian Omicron.

“Langkah kita bagaimana menghadapi Omicron ini, dari WHO mengatakan pencegahan yang terbaik adalah pakai masker, menjaga jarak, dan kalau di ruang tertutup perhatikan ventilasi ruangan, hindari kerumunan, dan lakukan pelacakan kontak yang lebih ketat,” kata dr Erlina beberapa waktu lalu.

Selain itu, langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 varian Omicron adalah dengan:

  • menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain,
  • memakai masker yang pas,
  • membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi,
  • hindari ruang yang berventilasi buruk atau ramai,
  • menjaga tangan tetap bersih,
  • mendapatkan vaksin segera.

Tindakan Pemerintah untuk Mencegah Persebaran Varian Omicron di Indonesia

Pemerintah mengambil tindakan untuk mengantisipasi penyebaran varian ini di Tanah Air. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuat keputusan untuk meningkatkan tes mendeteksi varian Covid-19 pada kasus konfirmasi positif. Salah satu jenis tes yang ditingkatkan ialah Whole Genome Sequencing (WGS), yaitu tes dengan mengurutkan keseluruhan data genom.

Baca juga:  Dunia Taekwondo Dihebohkan dengan Seorang Nenek 77 Tahun Meraih Sabuk Hitam

Dikutip dari Genecraft Labs, WGS adalah teknik komprehensif yang digunakan dalam proses pengurutan sekuens DNA menjadi suatu gambaran genom utuh (whole genome sequence), dengan menggunakan teknologi Next Generation Sequencing (NGS). Proses pengurutan dan perangkaian sekuen genom tersebut, mirip seperti menyusun puzzle yang memiliki jutaan hingga miliaran keping gambar. Proses Whole Genome Sequencing dilakukan menggunakan komputasi dan algoritma kompleks atau disebut bioinformatika.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan menteri kesehatan, tes WGS akan dilaksanakan dengan ditingkatkan dari 5% menjadi 10% dari total kasus konfirmasi. Sedangkan per Desember 2020, kasus konfirmasi berada pada rentang 200-300 kasus per hari.

 

Sumber:

Sari, Intan Nirmala. 2021. “Pemerintah Cegah Sebaran Omicron dengan WGS, Apa Itu?”. https://katadata.co.id/intannirmala/berita/61badaee0e17a/pemerintah-cegah-sebaran-omicron-dengan-wgs-apa-itu.

2021.“Omicron: Varian Baru Penyebab COVID-19 yang Dikategorikan WHO sebagai Variant Of Concern (VOC)”. https://dinkes.kalbarprov.go.id/omicron-varian-baru-penyebab-covid-19-yang-dikategorikan-who-sebagai-variant-of-concern-voc/

Azizah, Khadijah Nur. 2021. “Varian Omicron Masuk Indonesia, Ini Ciri-ciri Gejala dan Cara Mencegahnya”. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5862253/varian-omicron-masuk-indonesia-ini-ciri-ciri-gejala-dan-cara-mencegahnya