Trending Topik Keturunan PKI Boleh Mendaftar Jadi Anggota TNI

Sumber: seputartangsel.pikiran-rakyat

Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan pernyataan Panglima TNI, Andika Perkasa yang menyinggung anak keturunan PKI. Dalam sebuah kesempatan Jenderal Andika Perkasa dengan tegas menyinggung bahwa anak keturunan PKI boleh masuk dan mendaftar menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Karena itulah tranding-nya perkara ini sebenarnya adalah buntut dari pernyataan Panglima TNI tersebut. Hal tersebut disebut-sebut sebagai langkah tegas dari Panglima Jenderal Andika dengan menyebutkan syarat yang sebelumnya diatur melalui proses rekrutmen prajurit di llingkungan TNI.

Penegasan Andika ini saat memimpin rapat penerimaan prajurit TNI yakni Taruna Akademi TNI; Perwira Prajurit Karier TNI; Bintara Prajurit Karier TNI; dan Tamtama Prajurit Karier TNI.

Baca juga:  Heboh Aktris Jang Nara Bakal Menikah dengan Kalangan Biasa, Inilah Alasannya

Andika lalu meminta anggota TNI itu untuk menyebut isi TAP MPRS itu. Ia mempertanyakan apa yang di larang berdasarkan TAP MPRS 25 Tahun 1966.

“Dalam TAP MPRS nomor 25, satu Komunisme, ajaran Komunisme, organisasi komunis maupun organisasi underbow komunis tahun 65,” kata anggotanya.

“Yakin ini? cari, buka internet sekarang. Yang lain saya kasih tahu nih, TAP MPRS nomor 25 tahun 66. Menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang,” katanya melanjutkan.

“Tidak ada kata-kata underbow segala macam, menyatakan Komunisme, Leninisme, Marxisme sebagai ajaran terlarang. Itu isinya,” kata Andika.

Andika mengatakan jika melarang sesuatu harus mempunyai dasar hukum. Ia mempertanyakan dasar hukum pelarangan dari keturunan PKI.

Baca juga:  Kabar Duka Grub Rock Foo Fighters, Taylor Hawkins Sang Drummer Meninggal Dunia

“Ini adalah dasar hukum, ini legal, tapi tadi yang di larang itu PKI. Kedua adalah ajaran komunisme Marxisme, Leninisme. Itu yang tertulis. Keturunan ini apa dasar hukum, apa yang di langgar sama dia,” kata Andika.

Lantas salah satu peserta rapat di ruangan tersebut mengatakan tidak ada hal yang di langgar.

“Jadi jangan mengada-ngada. Saya orang yang patuh perundangan. Kalau kita melarang pastikan kita punya dasar hukum. Zaman saya, tidak ada lagi, keturunan dari apa, tidak. Karena apa? Saya gunakan dasar hukum. Hilang nomor 4,” imbuh dia.
Sumber: menit.coid