Simak Profil Adolf Hitler, Diktator Jerman Penyulut Perang Dunia II

Sejarah Uni Soviet tidak lepas dari nama Adolf Hitler. Barangkali seluruh dunia pun juga tidak asing dengan namanya.

Hampir 77 tahun peristiwa kematian sang diktator Jerman yang menggemparkan dunia, Adolf Hitler. Dia ditemukan tidak bernyawa sebelum pasukan Uni Soviet menyerangnya dalam Perang Dunia II 1945.

Siapa sangka bayi yang lahir pada 20 April 1889 silam di sebuah kota kecil bernama Braunau am Inn, Austria, ini akan menjadi tokoh yang namanya tidak akan dilupakan dalam sejarah dunia.

Dalam catatan Ensiklopedia Britannica, ayah Adolf Hitler bernama Alois yang bekerja di dinas bea cukai negara bagian. Setelah ayahnya pensiun, Adolf Hitler menghabiskan sebagian masa kecilnya di Linz, ibu kota Austria Hulu. Tempat yang disebut menjadi kota favorit sepanjang hidupnya.

Sejak kecil, Hitler telah menunjukkan tanda-tanda yang mencirikan kehidupannya di masa yang akan datang, kesepian dan kerahasiaan, gaya keseharian yang bohemian, dan kebencian terhadap kosmopolitanisme dan karakter multinasional Wina.

Baca juga:  Santap Nasi Padang Pakai Tangan atau Sendok? Cek Manfaat Makan Pakai Tangan untuk Kesehatan

Hal tersebut terlihat sepeninggalan ayahnya pada 1903 yang disusul ibunya pada 1907. Dia menjalani kehidupan yang sepi dan terisolasi. Mencari nafkah dengan dengan melukis kartu pos dan iklan–sejalan dengan impiannya menjadi seniman–dan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain.

Melamar Jadi Tentara Jerman saat Perang Dunia I

Pada tahun 1913, Hitler pindah ke Munich. Ia memutuskan untuk melamar sebagai tentara Jerman dan bertugas saat Perang Dunia I pecah. Melansir Biography, ia diterima pada Agustus 1914 meskipun masih berstatus warga negara Austria.

Hitler juga tidak absen dari sejumlah pertempuran penting. Ia terluka di Pertempuran Somme. Dia dipuji atas keberaniannya dan menerima Salib Besi Kelas Satu dan Lencana Luka Hitam.

Pria yang memiliki kumis tebal dan potongan pendek ini menjadi sakit hati karena gagalnya upaya perang. Pengalaman tersebut memperkuat semangat patriotisme Jermannya. Ditambah dia dikejutkan dengan menyerahnya Jerman pada tahun 1918.

Baca juga:  Teja Jadi Trending Topik Usai Persib Kalahkan Arema FC, Netizen: Teja Pahlawan Nasional

Pemimpin Nazi dan Picu Perang Dunia II

Usai Perang Dunia I berakhir, Adolf Hitler kembali ke Munich. Pada September 1919, dia bergabung dengan Partai Buruh Jerman atau DAP. Di sana ia banyak mengadopsi berbagai paham nasionalis hingga anti-Yahudi.

DAP kemudian diubah nama menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau dikenal dengan Nazi. Hingga akhirnya ia terpilih menjadi ketua partai Nazi pada tahun 1921.

Setelah berkuasa, Hitler membentuk kediktatoran mutlak. Hitler memberikan sedikit perhatian pada organisasi dan pelaksanaan urusan dalam negeri negara Nazi. Ia bertanggung jawab atas garis besar kebijakan, serta sistem teror yang menjunjung tinggi negara, ia menyerahkan administrasi terperinci kepada bawahannya.

Masing-masing menjalankan kekuasaan sewenang-wenang di wilayahnya sendiri; tetapi dengan sengaja menciptakan kantor dan organisasi dengan otoritas yang tumpang tindih,

Hitler memanfaatkan kesengsaraan ekonomi, ketidakpuasan rakyat, dan pertikaian politik untuk mengambil alih kekuasaan absolut di Jerman mulai tahun 1933, dilansir dari History. Invasi Jerman ke Polandia pada tahun 1939 menyebabkan pecahnya Perang Dunia II.

Baca juga:  Heboh Isu Yusuf Mansur Lakukan Penipuan 'Dibungkus' Ceramah, Sosok Ini Buka Kedoknya

David Welch mencatat dalam bukunya yang berjudul Hitler: Profile of a Dictator, ketika Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September 1939, visi kebijakan luar negeri Hitler tak berubah sejak pertengahan 1920-an, tampak compang-camping.

Dalam buku Mein Kampf dan seri keduanya, Hitler berargumen bahwa Jerman harus mengembangkan entente dengan Inggris. Namun, yang terjadi sebaliknya, dia berperang dengan Inggris dan bersekutu dengan musuh ideologisnya, Uni Soviet.

Pada tahun 1941 pasukan Nazi telah menduduki sebagian besar Eropa. Anti-Semitisme Hitler yang ganas dan pengejaran terhadap supremasi Arya memicu pembunuhan sekitar 6 juta orang Yahudi, bersama dengan korban Holocaust lainnya. Setelah gelombang perang berbalik melawannya, Adolf Hitler ditemukan bunuh diri di bunker Berlin pada April 1945.

 

 

Sumber:

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5958457/profil-adolf-hitler-diktator-jerman-penyulut-perang-dunia-ii