Simak Prediksi 9 Trend Bisnis Online 2022

Sumber: rumahmedia.com

Tak dapat dimungkiri bahwa semenjak pandemi Covid-19, transaksi digital semakin berkembang pesat. Hal tersebut tentu tak dapat dilepaskan dari kehadiran ee-commerce dan tren belanja online yang berkembang di masyarakat. Berikut ini adalah 9 prediksi trend bisnis online 2022.

1. Bisnis Kian Mengadopsi Penggunaan Teknologi

Di tahun depan, penggunaan teknologi semakin marak. Alasannya, teknologi memudahkan orang untuk memulai hingga menjalankan bisnis. Banyak platform yang dipakai berbisnis, strategi marketing pun juga mulai mengadopsi teknologi.

2. Konsumen Digital Meningkat Pesat

Saat ini, konsumen digital di Indonesia meningkat pesat, lho. Kira-kira, ada 21 juta konsumen digital baru di Indonesia. Tak hanya di daerah metropolitan, tapi sudah meluas ke kota-kota di tier 3 dan 4.

Baca juga:  Akibat Sakit Demam Berdarah, AM Hendropriyono Dirawat Intensif di RSPAD

3. Toko Fisik Lebih Sepi

Masih berhubungan dengan pembahasan sebelumnya, meningkatnya konsumen digital memungkinkan toko fisik menjadi lebih sepi.

Faktanya, 66% orang memang lebih memilih belanja online daripada offline, lho. Bahkan meski ada toko fisiknya, orang tetap akan beli secara online. Sebab, lebih praktis dan sering memberikan promo besar.

4. M-Commerce Semakin Dibutuhkan

Mobile commerce, atau m-commerce, adalah sistem perdagangan melalui perangkat mobile. Baik melalui website ataupun aplikasi. Daripada desktop, transaksi lebih banyak konsumen lakukan lewat mobile.

6. Customer Experience Adalah Prioritas

Peran teknologi memang mendominasi trend bisnis online. Namun sebenarnya, fokusnya ke customer experience.

Customer experience adalah pengalaman pelanggan saat berinteraksi dengan bisnis Anda. Contoh: mengakses website dengan cepat, mendapat rekomendasi produk sesuai minat, dll.

Baca juga:  Heboh, Kabar 2 Anggota DPR Ditangkap Karena Narkoba

7. Pengalaman Belanja yang Personal
Saat ini, personalized marketing sudah menjadi prediksi trend bisnis online mendatang. Personalized marketing adalah strategi pemasaran dengan mengirim info relevan ke individu tertentu.

Faktanya, 91% konsumen lebih suka belanja ke toko dengan tawaran ataupun rekomendasi yang sesuai kebutuhan mereka.

8. Dynamic-Pricing

Dynamic-pricing adalah sistem penetapan harga berdasarkan waktu tertentu. Artinya, harga produk terus berubah menyesuaikan momentum, kriteria audiens, ataupun algoritma lain yang perusahaan tentukan.

9. Beragamnya Pilihan Payment Gateway

Seiring meningkatnya trend transaksi digital, opsi pembayaran yang konsumen pakai pun makin beragam.

Jika toko online tidak menyediakan payment gateway yang dibutuhkan, konsumen bisa terkena biaya admin tambahan. Bukan tidak mungkin kalau akhirnya konsumen pun beralih ke toko online lain.
Sumber: rumahmedia