Simak 4 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang Seret Gofar Hilman Berakhir Damai

Kabar baru-baru ini datang dari jagat maya tepatnya akun Twitter. Penyiar Gofar Hilman sempat terseret dala kasus dugaan pelecahan seksual. Pengakuan itu pertama menggema di jagat maya lewat sebuah utas di Twitter pada Juni 2021 oleh akun Twitter @quweenjojo.

Akun Twitter @quweenjojo yang memiliki nama asli Hafsyarina Sufa Rebowo alias Syerin mengaku pada 19 Agustus 2018 telah diduga dilecehkan seksual oleh Gofar Hilman.

Beberapa bulan berlalu, Syerin muncul ke muka publik membuat utas klarifikasi dan mengunggah dua video berisi permohonan maaf didampingi ayah ibunya. Syerin menyebut bahwa kasus pelecehan seksual itu tidak pernah ada.

“Saya ingin mengklarifikasi cuitan yang pernah saya buat di tanggal 8 Juni 2021 yang menuduh Gofar Hilman sebagai pelaku pelecehan seksual. Saya ingin mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar adanya,” ucap Syerin melalui unggahan video di twitternya pada 11 Februari 2022.

Sebelum akhirnya membuat video klarifikasi, rupanya Syerin dan Gofar Hilman telah bertemu dalam sebuah mediasi yang difasilitasi kepolisian di Polda Metro Jaya pada Kamis 10 Februari 2022.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, pihak kepolisian menggunakan pendekatan mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/461/VIII/2021/SPKT/BARESKRIM POLRI, pada 4 Agustus 2021.

Berikut sederet fakta mengenai kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Gofar Hilman hingga akhirnya berakhir damai dihimpun dari laman Liputan6.com:

1. Polisi Fasilitasi Mediasi, Kasus Berakhir Damai

Perseteruan antara penyiar Gofar Hilman dengan perempuan bernama Hafsyarina Sufa Rebowo alias Syerin yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual berakhir damai.

Polisi memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak di Polda Metro Jaya pada Kamis 10 Februari 2022. Syerin melalui akun Twitter @quweenjojo sebelumnya membuat cuitan di Twitter menuding Golfar Himan melakukan pelecehan seksual.

Kemudian, pihak Gofar Hilman melaporkan Syerin karena dugaan telah melakukan pencemaran nama baik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, pihak kepolisian menggunakan pendekatan mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/461/VIII/2021/SPKT/BARESKRIM POLRI, pada 4 Agustus 2021.

Baca juga:  Pengacara Raffi Ahmad Pastikan Chat Media Zein Palsu untuk Dugaan Nipu

Pelapor Gofar Hilman menuding terlapor Hafsyarina Sufa Rebowo alias Syerin telah melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) dan/atau pasal 310 KUHP dan/atau pasal 311 KUHP.

“Di sini peserta mediasinya ialah penyidik, pelapor dan terlapor,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu 13 Februari 2022.

Zulpan mengatakan, terlapor Hafsyarina menyampaikan permohonan maaf kepada Gofar Hilman. Ketika itu, lanjut Zulpan terlapor juga bersedia membuat video permintaan maaf serta akan memposting di media sosial.

Zulpan mengatakan, pelapor memaafkan terlapor atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan sepakat untuk berdamai dengan terlapor.

“Pelapor menyampaikan tidak akan melanjutkan perkara tersebut dan bersedia mencabut laporan polisi,” tandas dia.

2. Syerin Membuat Klarifikasi dan Minta Maaf

Syerin membuat utas klarifikasi dan mengunggah dua video berisi permohonan maaf didampingi ayah ibunya. Syerin menyebut bahwa kasus pelecehan seksual itu tak pernah ada.

“Saya, Hafsyarina Sufa Rebowo atau Syerin ingin meminta maaf kepada Gofar Hilman, keluarga besar Gofar Hilman, dan masyarakat luas atas unggahan saya tanggal 8 juni 2021 di akun Twitter ‪@quweenjojo,” Syerin mengalawi cuitannya.

“Yang menuduh Abdul Gofar Hilman telah melakukan pelecehan seksual terhadap saya. Itu adalah tuduhan yang tidak benar, dibuat berdasarkan delusi dan imajinasi saya. Kejadian pelecehan itu sebenarnya tidak ada,” ia menyambung.

Dalam cuitan berikutnya, Syerin mencoba mengingat kronologi dugaan pelecehan seksual yang menimpanya. Pada 19 Agustus 2018, Syerin minum dan berada di bawah pengaruh alkohol.

“Jadi pelecehan seksual Gofar itu sejujurnya nggak terjadi. Sejujurnya, ada rasa gelisah beberapa waktu setelah saya membuat tweet itu dan ingin meminta maaf ke Gofar Hilman karena sudah terlanjur,” kata Syerin.

Syerin merasa utas cuitan itu telah mencemarkan nama Gofar Hilman. Namun di sisi lain, ada rasa takut dan bingung. Syerin tidak mengira reaksi publik sebesar itu atas twit yang pernah ia buat.

“Untuk itu, saya, dan juga kedua orang tua saya, memohon pintu maaf yang sebesar-besarnya kepada Gofar dan keluarga, juga seluruh pihak yang merasa dirugikan atas kesalahan yang pernah saya perbuat,” tulis dia.

Baca juga:  Lantaran Sebuah Poster Bikin Heboh, Nama Delta Trending di Twitter

Di pengujung utas permohonan maafnya, Syerin mengaku belajar banyak hal. “Saya sudah belajar banyak dari kekeliruan ini. Sekali lagi saya mohon maaf dan terima kasih,” ia mengakhiri.

3. Penjelasan LBH APIK

LBH Apik pun menanggapi mengenai video klarifikasi Hafsyarina Sufa Rebowo alias Syerin yang diunggah di Twitter lewat akun @quweenjojo.

Ini diungkap LBH APIK dalam pernyataan tertulis yang diunggah penulis Kalis Mardiasih di akun Instagram pribadinya, pada Sabtu 12 Februari 2022.

“Pada 11 Februari 2022 pukul 20.54, akun Twitter @quweenjojo membuat utas yang menyampaikan bahwa ia telah melakukan tuduhan yang tidak benar pada GH. Kami menghargai keputusan yang diambil oleh pihak yang sebelumnya kami advokasi,” tulis pihak LBH APIK.

Berikutnya, LBH APIK menyampaikan sejumlah hal ke publik berdasarkan diskusi bersama dengan pihak-pihak yang mereka dampingi. Paparan ini disajikan sebanyak tujuh halaman dan terbilang detail.

“Bahwa oleh LBH Apik Jakarta dan SAFEnet telah dilakukan: 1. Rapat koordinasi kasus bersama aparat penegak hukum pada Juli 2021. 2. Rujukan konseling psikologi pada korban dan saksi pada Agustus 2021,” LBH APIK memaparkan.

“3. Pelaporan ke Kepolisian pada Agustus 2021. 4. Koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Oktober 2021,” imbuh mereka.

Pada 10 Februari 2022 LBH APIK Jakarta menerima permohonan pencabutan kuasa hukum dari salah satu korban yang mereka dampingi.

Pada prinsipnya, LBH APIK menghargai permohonan dan keputusan Syerin alias akun Twitter @quweenjojo terlepas dari apapun alasan yang dimilikinya saat ini dan tindakan yang diambil setelahnya.

“Namun pada 12 Februari 2022 berdasarkan pernyataan akun Twitter @pergijauh melalui utas (berisi tautan yang terkoneksi ke akun Twitter Gofar Hilman -red) muncul fakta bahwa pada 10 Februari 2022 telah dilakukan mediasi di kepolisian bersama dengan GH,” urainya.

“Sekali lagi kami sampaikan, bahwa ini terjadi di hari yang sama dengan permohonan pencabutan surat kuasa yang kami sampaikan di atas”” pihak LBH APIK menegaskan.

Bersama unggahan ini, Kalis Mardiasih mengabarkan, “Terungkap korban mundur dari proses pendampingan bersama LBH Apik dan Safenet tepat di tanggal ia didatangi secara langsung oleh GH dan polisi, dan pada hari ini tiba-tiba munculah video tersebut. Terima kasih @lbhapik.jakarta dan @safenetvoice sudah terus bersama korban.”

Baca juga:  Heboh 3 Musisi Indonesia Tampil di Coachella, Apa Itu?

4. Pengakuan Gofar Hilman

Gofar Hilman mengaku merasakan dampak yang sangat besar dari tudingan pelecehan seksual. Tak hanya kehilangan banyak pekerjaan, tetapi masalah ini juga berdampak kepada mental Gofar Hilman.

Lebih parahnya, tak hanya Gofar, tetapi keluarganya juga menjadi korban perundungan dan hujatan-hujatan dari warganet. Hal itu diceritakan Gofar saat berbincang di kanal YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah pada Selasa 15 Februari 2022.

“Kalau menurut gue ya, sekarang apapun yang gue lakukan adalah salah, salah semuanya. Karena udah cancel culture ya udah mengakar banget,” cerita Gofar Hilman.

“Ketika gue dirundung abis-abisan, yang diserang bukan cuman gue Ded, orangtua gue. Emak gue tuh cuman dagang baju di Cibinong, kerjaan dia menghabiskan hari tuanya dagang baju sama ngaji. Adik gue yang cewek dirundung abis-abisan, mereka nangis ke gue. Keluarga gue diserang juga,” sambungnya.

Untuk Gofar Hilman sendiri, ia mengaku sampai-sampai merasa depresi dan sedikit terganggu mentalnya. Ia kemudian menceritakan beberapa pengalaman saat ia merasa gelisah, paranoid dan bahkan beberapa gangguan mental lainnya.

“Gue pernah menghabiskan waktu diri gue tuh main PS doang, pernah juga lagi tidur ada Go Food dateng, gue langsung kabur ke lemari, gue ngira seakan-akan tuh gue dipersekusi. Setiap malam, gue ngerasa bahwa besok ada orang datang ke rumah gue bawa apa gitu. Yang bikin gue sedih itu nyokap gue diejek-ejek orang,” bebernya lagi.

“Ini efeknya gila Ded, gila banget Ded, maksud gue, gue baru tertuduh. Apakah sah lu tertuduh dan dicancel abis-abisan? Gue tuh penasaran, sebenarnya orang yang merundung gue, lu sebenarnya peduli dengan kasus ini, peduli dengan perempuan ini, atau lu cuma pengen liat gue miskin, menderita, depresi, bahkan bunuh diri?” sambung Gofar Hilman.

Puncaknya, Gofar Hilman mengaku pernah terbesit dalam benaknya untuk mengakhiri hidupnya di tengah masalah ini.

“Lu punya ada pikiran pada saat itu lu bunuh diri?” tanya Deddy Corbuzier.

“Dua kali lah. Selama 6 bulan gue cuman tidur 3 jam maksimal,” jawab Gofar Hilman.

 

 

Sumber:

https://www.liputan6.com/news/read/4888572/4-fakta-kasus-dugaan-pelecehan-seksual-yang-seret-gofar-hilman-berakhir-damai