Review Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Ring’s

Cinemags.co.id

Shang-Chi and the Legend of the Ten Ring’s merupakan film keluaran Marvel Cinematic Universe yang disutradarai oleh Destin Daniel Cretton. Deretan aktor yang turut berperan dalam film ini yaitu Simu Liu, Awkwafina Tony Leung Chiu-Wai, Fala Chen, Meng’er Zhang, Florian Munteanu, Benedict Wong, dan Ben Kingsley.

Film Shang-Chi terinspirasi dari karakter bernama sama yang diterbitkan oleh Marvel Comics pada tahun 1973. Jika dalam komik Shang-Chi merupakan anak dari penjahat super bernama Fu-Manchu, dalam filmnya Shang-Chi merupakan anak dari Xu-Wenwu. Ayahnya memiliki kekuatan sepuluh cincin ajaib yang bisa menyebabkan kematian, kehancuran, dan penjarahan dalam kurun waktu yang panjang.

Kehidupan Shang-Chi berubah ketika ibunya meninggal hingga ia memutuskan untuk melarikan diri ke San Francisco. Bersama sahabatnya yang bernama Katy ia menjalani hidup dengan damai. Sampai suatu ketika sekelompok orang dari organisasi teroris bernama Ten Rings datang mengusik hidupnya. Organisasi tersebut dipimpin oleh Wenwu, alias ayahnya sendiri. Sejak saat itu Shang-Chi haru berhadapan dengan masa lalunya dan menyelesaikan permasalahan bersama ayahnya.

Berikut ulasan dari film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings yang dilansir dari Kincir.com.

Film Superhero dengan Konflik Keluarga

shang chi Tag: shang chi UP Station
Upstation.asia

Konflik utama dalam film superhero ini memang tentang keluarga. Xu Wenwu telah mendidik Shang-Chi untuk menjadi seorang pembunuh sejak kecil. Akan tetapi, pada usia 14 tahun ia memutuskan untuk pergi meninggalkan ayah dan adik perempuannya. Ia memanfaatkan kesempatan di mana ia diperintah untuk melakukan pembunuhan pertamanya. Shang-Chi pun berhasil kabur ke San Francisco untuk menjalani kehidupan layaknya orang biasa.

Baca juga:  Sumpah Bikin Merinding, Inilah Review Film Keramat yang Serem Banget

Akan tetapi Wenwu tidak bisa tinggal diam, sebab Shang-Chi memiliki kalung liontin yang diberikan oleh ibunya. Kalung liontin tersebut  sangat dibutuhkan untuk menemukan jalan ke tempat misterius. Shang-Chi pun diburu oleh anggota Ten Rings yang dipimpin oleh ayahnya. Sehingga Shang-Chi harus berhadapan lagi dengan keluarga yang sudah ia tinggalkan, ayah dan adiknya.

Shang-Chi dan Xu Xialing, adiknya, terlibat dengan konflik keluarga di mana mereka mau membantu Wenwu atau justru menghentikan rencana gila ayah mereka tersebut.

Konflik keluarga dalam film ini dinilai cukup realistis. Kisah orang tua yang mendorong anak mereka untuk mewujudkan ambisi pribadi memang relate dengan kehidupan nyata.

Villain Utama yang Bikin Simpati, tapi Kurang Memuaskan

Sosok villain utama dalam film ini adalah Xu Wenwu, yang tak lain adalah ayah dari Shang-Chi. Wenwu adalah pemilik dari senjata Ten Rings yang sangat legendaris. Pasalnya senjata tersebut telah hidup selama ribuan tahun dan digunakan untuk menaklukan sejumlah wilayah. Wenwu yang memiliki ambisi untuk menaklukan banyak wilayah bertemu dengan Ying Li dan jantuh cinta. Keduanya pun menikah dan memiliki anak Shang-Chi dan Xialing.

Baca juga:  Simak Asal-Usul 'K' Jadi Singkatan untuk Menyebut Ribuan

Wenwu menjalani hidup seperti orang biasa setelah menikah dan memiliki anak. Akan tetapi ketika istrinya meninggal karena suatu alasan ia kembali menjadi villain. Akan tetapi Wenwu adalah antagonis yang cukup mendapat simpati penonton. Bahkan dapat dikatakan bahwa Wenwu adalah salah satu villain dengan arc terbaik di MCU. Akan tetapi, meskipun karakternya menarik, eksekusi dari tokoh ini dinilai kurang memuaskan.

Banyaknya Karakter yang Mencuri Perhatian

5 Karakter dari Film Lama MCU yang Comeback di Shang-Chi - KINCIR.com
KINCIR.com

Selain karakter Shang-Chi sebagai tokoh utama dan Xialing adiknya yang mencuri banyak perhatian, karakter pendukung dalam film ini juga mencuri banyak perhatian. Terutama sosok Trevor Slattery yang diperankan oleh Sir Ben Kingsley. Kehadirannya di pertengahan film dapat memancing tawa penoton karena tingkah konyolnya.

Baca juga:  Jadi Tempat yang Ramai Dikunjungi saat Lebaran, Intip 5 Mitos di Kebun Raya Bogor

Selain itu, kehadiran cameo dalam film ini juga menarik perhatian penonton. Seperti kemunculan Abomination dan Wong serta cameo di bagian mid-credit dari karakter penting di MCU.

CGI Kurang Rapi yang Tertolong Koreografi Memukau

Film MCU memang kebanyak harus memerlukan efek visual CGI. Sayangnya, di film kali ini efek CGI yang tampak terlihat kurang rapi. Sehingga tidak terlihat nyata dan tampak animasinya masih kasar. Akan tetapi efek visual yang kurang rapi tersebut dapat ditutupi dengan koreografi pertarungan yang memukau. Sehingga adegan pertarungan yang dapat mencuri fokus dan penonton tidak terlalu memperhatikan efek CGI. Dapat juga dibilang koreografi pertarungan di film ini menjadi salah satu yang terbaik di MCU.

Nuansa Asia yang Benar-Benar Terasa

Film Shang-Chi merupakan film superhero marvel asia yang pertama. Nuansa Asia yang dibangun benar-benar terasa. Sejak awal film sudah dimunculkan dialog-dialog dalam bahasa Mandarin. Selain itu latar belakang cerita di awal film juga sangat menggambarkan nuansa Asia. Adegan-adegan bela diri yang digunakan film ini juga berasal dari bela diri tradisional sejumlah wilayah di asia.

 

Sumber:

Stephanus, Erwin. 2021. “Review Film: ‘Shang-Chi and the Legend of the Ten Ring’”. https://cineverse.id/review-film-shang-chi-and-the-legend-of-the-ten-rings/.

Herlambang, Helmy. 2021. “(REVIEW) Shang-Chi and the Legend of the Ten Ring”. https://www.kincir.com/movie/cinema/review-film-shang-chi-and-the-legend-of-the-ten-rings-marvel-ZQnyOvEWnuz1.