Review Film Paranoia: Suasana Mencekam Tapi Klimaks Kurang Greget

meramuda.com

Paranoia merupakan film dengan genre thriller karya sutradara Riri Reza dan produser Mira Lesmana. Film produksi Miles Films ini dibintangi oleh Nirina Zubir, Nicholas Saputra, Caitlin North Lewis, dan Lukman Sardi. Rilis pada tanggal 11 Noveber 2021 di bioskop Indonesia.

Film ini berkisah tentang seorang yang mengidap parno akibat mengalami KDRT bernama Dina. Ia memiliki putri yang sudah menginjak usia remaja bernama Laura. Meskipun suaminya yang bernama Gion telah di penjara, Dina dan Laura harus berpindah-pindah tempat tinggal karena teror dari suaminya selalu menganggu mereka.

Hingga ketika pandemi melanda, pemerintah membebaskan napi dari penjara karena takut virus Covid-19 menyebar di lapas. Berita tersebut membuat Dina diserang panik hebat. Akhirnya Dina mengajak Laura bersembunyi di vila yang  ada di Bali.

Dina berharap selepasnya Gion dari penjara, tidak lagi mencari keberadaannya. Sebab benda istimewa milik Gion ia tinggalkan di rumah yang lama. Namun ternyata benda tersebut dibawa oleh Laura. Sehingga otomatis Gion mencari keberadaan mereka untuk mendapatkan benda tersebut.

Di dekat vila yang mereka tempati, terdapat vila yang dihuni oleh orang misterius. Dina semakin panik karena takut orang tersebut suruhan suaminya. Laura pun datang ke vila tersebut berniat mencari tahu siapa orang tersebut. Ia adalah Lim, seorang mantan wartawan yang mengasingkan diri setelah kecelakaan yang menewaskan anaknya.

Baca juga:  Simak Sinopsis dan Fakta Menarik Film Dune, Pemenang Oscar 2022 yang Borong Piala 4 Kategori

Lim lah yang kemudian menyelamatkan Dina dan Laura dari ancaman Gion.

Berikut review film Paranoia dilansir dari beberapa sumber.

Akting Memukau Nirina Zubir dan Lukman Sardi

Nirina Zubir Jadi Korban KDRT, Film Paranoia Bikin Tegang!
www.genpi.co

Nirina Zubir yang berperan sebagai Dina dinilai dapat mengekspresikan karakternya dengan baik. Dina yang merupakan korban KDRT mengalami parno sepanjang hidupnya. Ketakutan-ketakutan yang dirasakan Dina tergambarkan dengan jelas oleh Nirina. Tak heran jika ia masuk nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik di Piala Citra FFI 2021.

Selain itu, Lukman Sardi yang berperan sebagai Gion juga menampilkan akting yang memukau. Peran antagonis yang memiliki sifat temperamental dapat dikuasai oleh Lukman. Sehingga penonton ikut merasakan cemas dengan kehadiran Gion, terutama di vila persembunyian Dina dan Laura.

Suasana Mencekam yang Dibantu Oleh Teknik Scoring

Sepanajang film, penonton dibawa untuk merasakan kecemasan yang dirasakan oleh tokoh Dina. Suasana mencekam sudah dirasakan sejak bagian awal hingga akhir. Teknik scoring menjadi salah satu alasan nuansa mencekam terbangun dengan baik. Alunan musik dengan nada penuh misteri membuat dan sejumlah lagu rock yang digunakan adegan aksi membuat penonton ikut terpacu.

Baca juga:  Review Squid Game: Teori Tersembunyi dalam Drama Ini

Penata musik film ini, yaitu Aria Prayoga berhasil mengaransemen  musik pendukung untuk membangun suasana. Berkat kesuksesannya, ia juga berhasil masuk nominasi sebagai Penata Suara Terbaik di Piala Citra FFI 2021.

Suasana Mencekam Terbangun Rapi, Tapi Klimaks Kurang Greget

Trailer Resmi Paranoia Meluncur, Film Thriller Perdana Riri Riza
hot.detik.com

Sejak awal hingga akhir film, suasana mencekam memang dapat dirasakan oleh penonton. Kita dapat merasakan kekhawatiran yang dirasakan oleh Dina. Bahkan penonton dibuat penasaran dengan pertemuan Dina dan Gion yang tentunya akan sangat mencekam. Layaknya film thriller biasa, Paranoia berhasil membangun suasana mencekam dengan rapi.

Akan tetapi, puncak konflik dari film ini dirasa kurang greget. Padahal penonton sudah dibuat penasaran dengan pertemuan Dina dan Gion. Sayangnya eksekusi dari adegan klimaks atau akhir cerita kurang seru. Jika akhir dari film ini dibuat lebih berani, mungkin film ini akan menjadi sempurna.

Akting Tokoh Laura Terlalu Kaku

Tokoh Laura diperankan oleh aktor pendatang baru bernama Caitlin Nort Lewis. Laura adalah anak perempuan Dina dan Gion. Meskipun memiliki karakter yang ceria, sebenarnya Laura juga mendapat dampak dari kerusakan rumah tangga orang tuanya. Mungkin karena karakter yang cukup kompleks, sehingga Caitlin susah untuk memerankan karakter Laura.

Baca juga:  Samsung Galaxy M23 5G Rilis di Indonesia dengan Snapdragon 750G, Cek Spesifikasi Lengkap dan Harganya

Dialognya yang diucapkan Laura terlalu kaku dan aneh. Bahkan terkadang dialog Laura merusak suasana mencekam yang sedang berlangsung. Dialog Laura yang dibuat untuk menyisipi unsur komedi juga jatuhnya jadi cringe. Sebab gaya dialognya terlalu kaku dan kurang ekspresif. Gaya berdialog tersebutlah yang kemudian membuat penonton suka geregetan dengan Laura.

Ada  Beberapa Detail yang Cacat Logika

Terdapat adegan dimana Dina menabrak seekor kucing ketika sedang mengendarai mobil. Akan tetapi ketika mayat kucing tersebut disingkirkan, tidak ada setetes darah pun. Hal tersebut menjadi janggal di mata penonton.

Selain itu, ketika Laura mendengarkan musik yang sangat keras sambil menari juga terdapat kejanggalan. Pasalnya ketika Dina menelpon berkali-kali tidak terdengar, akan tetapi saat pesan teks masuk tiba-tiba notifikasinya dapat terdengar.

Cerita yang Sederhana Namun Berkesan

Paranoia merupakan film yang memiliki cerita sederhana. Berkat keahlian Riri Reza dan Mira Lesmana dalam mengeksekusinya, film ini menjadi cerita yang berkesan. Permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga Gion dan Dina memang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

 

Sumber:

Herlambang, Helmy. 2021. “(REVIEW) Paranoia (2021)”. https://www.kincir.com/movie/cinema/review-nonton-film-paranoia-2021-3txMwXfmuLhd.

Nanda, Erfah. 2021. “Review Film Paranoia, Bikin Speechless kecuali Ending-nya”. https://www.idntimes.com/hype/entertainment/erfah-nanda-2/review-film-paranoia.