Film Vampir baru! Simak Review Film Morbius

Sumber : diorama.com

Persiapkan diri kalian karena kita kedatangan anggota marvel terbaru dalam film morbius, kalian bisa melihat review morbius atau langsung tancap gas ke bioskop terdekat. Film yang dibintangi Jared Leto ini membutuhkan effort lebih untuk bisa rilis. Film ini tidak cukup melakukan syuting satu kali, bahkan katanya syuting dilakukan hingga dua kali akibat dari skrip yang ingin dirombak ulang serta jadwal yang belum pasti ditambah pandemi yang sedang melanda. Meski beberapa kali tertunda, Morbius akhirnya rilis di bioskop dan memberikan suasana baru untuk semesta Marvel di layar lebar. Berikut adalah review film morbius yang perlu kalian ketahui agar lebih memahami filmnya.

Puluhan tahun lalu di Yunani, Michael Morbius kecil terbaring di rumah sakit khusus pengidap penyakit darah tak tersembuhkan. Setiap hari, anak-anak di situ harus tersambung dengan selang berisi darah guna membuat mereka tetap hidup. Suatu ketika, Morbius kedatangan teman sebaya di ranjang sebelahnya bernama Lucien. Morbius memanggil dia Milo dan keakraban antara mereka berdua pun mulai terbangun. Bertahun-tahun kemudian, Morbius (Jared Leto) sekarang sudah dewasa dan menjadi seorang dokter yang cerdas. Ia merupakan seorang penemu darah buatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Di sisi lain, Milo (Matt Smith) tumbuh menjadi orang yang kaya raya, senantiasa mendanai terobosan-terobosan Morbius dari laboratorium.

Baca juga:  Heboh Video Ceramah Ustaz Yusuf Mansur Ambil Barang di Mal Ga Pernah Bayar, Netizen: Afiliator Mode Sedekah
Sumber : pinkvilla.com

Terobosan itu kemudian datang dari percobaan Morbius menyatukan DNA kelelawar dengan manusia, menghasilkan sebuah cairan yang bisa menyembuhkan Morbius. Namun, ada efek sampingnya di mana ia harus mengonsumsi darah manusia untuk tetap bertahan hidup. Morbius sadar bahwa perubahan ini membuatnya menjadi vampir yang rela menghantam manusia manapun untuk menghisap darahnya. Penemuan itu ternyata sampai ke kuping Milo dan ia memaksa untuk menyuntikan cairan tersebut ke dalam tubuhnya. Morbius menolak, namun usahanya sia-sia. Milo sudah lebih dulu mengamankan cairan itu dan merubah dirinya menjadi vampir yang Morbius selalu hindari.

Sebagai dua sosok yang menggunakan cairan tersebut, Morbius dan Milo selalu menampilkan kesan yang ganas ketika dihadapi dengan sekelompok manusia yang mengancam keberadaannya. Apalagi saat Morbius pertama kali berubah jadi vampir, ia dengan beringas memanfaatkan segudang keahliannya menghindari tembakan peluru yang melayang dan menggigit leher orang-orang di depannya.

Baca juga:  Kepoin, 8 Girl Group K-Pop Paling Viral

Milo pun melakukan hal yang serupa. Dengan kekuatan super cepat yang ia miliki, Milo lihai menghindar dari berbagai ancaman yang mengintai. Kemampuan mendeteksi dia juga sama dengan Morbius, membuatnya tak gentar menghadapi ancaman yang datang. Milo dengan aksi nyentriknya menjadi pembeda dibanding Morbius yang lebih suka melakukan kegiatannya tidak diketahui banyak orang.

Pancaran ekolokasi para vampir di film ini mengindikasikan keahlian mereka mempelajari kekuatan dengan cepat. Terutama pada Morbius, dukungan visualisasi yang muncul tiap kali ia menggunakan kekuatan tersebut menunjukkan bahwa dirinya telah sepenuhnya mendedikasikan jiwa dan raganya untuk kemampuan barunya. Ia bisa terbang melayang mengelilingi New York dengan mudah, layaknya seekor kelelawar. Keinginan para vampir untuk mengonsumsi darah juga akhirnya mengantarkan penonton pada unsur menyeramkan di film ini. Sebagai salah satu proyek baru di semesta Marvel milik Sony, Morbius memberikan sajian menyegarkan dengan menghidupi adegan horor dari premisnya, yaitu seorang vampir yang membutuhkan darah untuk bertahan hidup. Meski baru muncul di pertengahan film, adegan horor yang dieksekusi secara singkat ini mampu memberi ketegangan yang maksimal. Di sebuah koridor yang lampunya berkedip, seorang staf setempat harus bisa kabur dari ancaman yang mengintai. Beberapa kali ia menengok ke belakang, memantau siapa sosok yang mengincarnya. Raut kekhawatiran dari wajah orang ini terasa betul, sehingga menjadi sebuah jaminan jika ikut terbawa merasakannya.

Baca juga:  Makin Heboh! Usai DItolak Singapura, Muncul Video UAS Lantang Singgung Etika Berbangsa

Morbius punya premis yang menjanjikan. Tapi, eksekusinya yang kurang mengesankan dengan CGI yang tidak ciamik menghilangkan semua keseruan dan horor yang seharusnya dibawanya. Film ini tidak totalitas di sebuah sisi. Dari cerita, action bahkan horor, semuanya tidak ada yang bisa benar-benar dinikmati. Secara garis besar cerita film ini bagus namun kurang menarik karena sudah sering terjadi dalam dunia superhero, sehingga tidak menampilkan sesuatu yang membuat orang terkesan Mungkin, yang bisa dinikmati di film ini adalah perubahan fisik Michael dari manusia ke vampir.

Demikian penjelasan tentang review film morbius, jangan lupa tonton film ini di bioskop kesayangan anda. 

Sumber :

  1. https://cineverse.id/review-film-morbius/