Review Film Dune, Dunia Fiksi-Ilmiah yang Utuh

LetsOTT.com

Dune merupakan film yang diadaptasi dari novel fiksi paling berpengaruh sepanjang sejarah karya Frank Herbert. Novel ini dinilai sebagai novel yang paling susah untuk diadaptasi menjadi sebuah film. Akan tetapi Denis Villeneuve berani untuk menyutradarai film yang sangat dinanti-nantikan ini.

Film Dune kali ini baru menceritakan paruh pertama yang ada dalam novel. Sebab, film ini merupakan prekuel yang akan dilanjutkan dengan sekuelnya. Berkisah tentang petualangan keluarga Atreides di planet Arrakis atau yang biasa disebut Dune. Mereka ditugaskan oleh kaisar untuk mengurus planet yang dipenuhi dengan gurun pasir tersebut. Disinyalir Arrakis penuh dengan sumber Spice atau rempah-rempah melange yang berguna untuk keberlangsungan hidup manusia.

Meskipun Arrakis hanya terlihat sebagai padang pasir yang sepi, akan tetapi sebenarnya terdapat cacing rakasasa yang bisa melahap segala hal dan rumah-rumah dari kaum tertindas bernama Fremen. Kaum tersebut menganggap para pemanen rempah merupakan penjajah yang akan merusak planet Arrakis. Selain itu, keberadaan keluarga Atreides di Arrakis juga menimbulkan konflik dengan keluarga Harkonnen. Mereka adalah keluarga yang ingin berkuasa di Arrakis karena pernah mengurus planet ini sebelumnya.

Berikut review film Dune yang dilansir dari Kincir.com.

Dunia Fiksi-Ilmiah yang Dibangun Utuh, tapi Terlalu Detail

Review Film #590 - Dune (2021) • Cinejour
cinejour.com

Film Dune memiliki satu tokoh utama bernama Paul Atreides yang diperankan oleh Timothée Chalamet. Ia adalah anak dari keluarga Atreides, sekaligus calon penerus keluarga tersebut. Karena memiliki darah Bene Gesserit dari ibunya, Paul memiliki kemampuan untuk bermimpi. Ia kerap memimpikan masa depan di mana ia berada di Arrakis menjadi anggota dari suku Fremen. Hingga kaisar membuat mimpi yang ia alami menjadi kenyataan. Ia dan keluarganya diutus untuk mengurus planet Arrakis.

Baca juga:  Review Skill Academy CASN, Bimbel CPNS Terbaik

Akan tetapi, keluarga Harkonnen sebagai pengurus Arrakis sebelumnya tidak menerima kedatangan Paul dan keluarganya. Mereka ingin mengeksploitasi seluruh rempah di Arrakis untuk mendapat keuntungan yang besar. Karena masalah antar keluarga ini, Paul dan ibunya harus mencari keberadaan suku Fremen untuk meminta bantuan.

Meskipun planet Arrakin merupakan dunia fiksi yang dibangun dalam sebuah novel, penonton yang belum membaca bukunya tetap bisa menikmati dunia fiksi ini secara utuh. Sebab film Dune pertama ini seperti dibuat untuk memperkenalkan dunia Arrakis. Visual dibangun beserta penjelasan detail tentang istilah-istilah dan aspek penting lainnya dalam dunia Arrakis.

Akan tetapi, karena visualisasi dunia dibuat detail, sehingga alur cerita terasa sangat lambat. Bahkan di akhir film juga penyelesain konflik dinilai kurang tuntas, malah justru seperti menjadi awal konflik baru. Hal itu mungkin sengaja dibuat karena film ini memang dibuat menjadi dua bagian, sehingga cerita selanjutnya akan ada di bagian sekuel.

Baca juga:  Jadi Tempat yang Ramai Dikunjungi saat Lebaran, Intip 5 Mitos di Kebun Raya Bogor

Karakter Kurang Greget

Review Film: 'Dune'
Cineverse.id

Film Dune dibintangi oleh deretan aktor Hollywood ternama yang tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya. Seperti Timothée Chalamet, Oscar Isaac, Rebecca Ferguson, Josh Brolin, Dave Bautista, Jason Momoa, dan Zendaya. Kecocokan mereka pun sudah dapat dibilang pas dengan masing-masing karakter yang mereka perankan. Akan tetapi kekuatan karakter yang dibuat dirasa kurang. Sehingga penonton kurang merasakan emosi dan terkesan hambar. Mungkin hal ini terjadi karena pembuatan film fokus pada pembangunan latar. Akan tetapi penonton berharap untuk sekuel dari film lebih diperkuat karakter tiap-tiap tokohnya.

Visual dan Kostum yang Memuka

Visual yang ditampilkan dalam film Dune ini memang tidak diragukan lagi. Dunia fiksi ilmiah yang dibangun dengan efek CGI yang berkualitas dan tampak nyata. Adegan-adegan yang menggunakn CGI juga dinilai bagus, seperti pesawat antariksa sampai perisai untuk melindungi tubuh yang terbuat dari energi.

Baca juga:  Intip 5 Fakta Menarik Film Jurrasic World Dominion yang Tayang Besok di Bioskop

Panorama yang disuguhkan film ini juga sangat menarik. Planet Arrakis memiliki pemandangan yang indah walaupun hanya sebatas gurun pasir saja. Nuansa fiksi-ilmiah juga dapat dilihat dari desain kostum yang digunakan para tokoh. Terutama pakaian stillsuits yang digunakan khusus untuk di gurun.

Film yang Bisa Menjadi Waralaba Fiksi-Ilmiah Ikonis Terbaru di Hollywood

Sutradara David Lynch pernah membuat film Dune pada tahun 1984 dan dipersiapkan sebagai sebuah waralaba film fiksi-ilmiah. Ia bahkan telah menulis naskah untuk sekuelnya. Akan tetapi rencana tersebut gagal karena film prekuelnya mendapat respon yang negatif dari penonton dan kritikus film.

Kemudian Denis Villeneuve hadir untuk mewujudkan hal tersebut. Ia membuat film prekuel Dune ini sebagai awal untuk membuat waralabanya. Dune garapan Denis ini dinilai dapat menjadi film fiksi-ilmiah terbaru Hollywood yang ikonis. Sebab, konsep yang ditampilkan berbeda dari film fiksi-ilmiah lainnya. Bisa dibilang Dune adalah gabungan dari Star Wars dan Game of Thrones. Apalagi respon dari penonton dan kritikus sejauh ini sangat positif, sehingga ada kemungkinan kalau sekuel film ini akan digarap.

 

Sumber:

Herlambang, Helmy. 2021. “(REVIEW) Dune (2021). https://www.kincir.com/movie/cinema/review-sinopsis-film-dune-2021-htekQbFZsID6.

Stephanus, Erwin. 2021. Review Film: ‘Dune’. https://cineverse.id/review-film-dune/.