Ramai Tagar #MahasiswaBergerak, BEM Nusantara Pilih Fokus Perjuangkan Kepentingan Rakyat

Sumber: redaksikota

OMTELOLET – Aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan dilaksanakan 11 April mendatang masih menjadi trending topik di media sosial Twitter. Aksi tersebut mengusung banyak tuntutan, salah satunya adalah penolakan terhadap isu masa jabatan presiden 3 periode.

Begitu pula yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara). Pihaknya menyatakan penolakan secra tegas terhadap wacana 3 periode tersebut.

“Kami secara tegas menolak wacana tersebut,” kata Sekretaris Pusat BEM Nusantara, Julianda, dikutip dari redaksikota, Minggu (10/4).

Sebagai alasan penolakan, Julianda mengatakan bahwa wacana tersebut jelas sangat bertengtangan dengan konstitusi, yakni Undang-Undang Dasar 1945.

Namun, meski pihaknya telah menyatakan secara tegas wacana tersebut, akan tetapi Julianda mengatakan ahwa pihaknya tidak terlibat sama sekali dalam rencana aksi bersama dengan aliansi mahasiswa lainnya pada Senin 11 April mendatang.

Baca juga:  Istilah di TikTok yang Harus Kamu Ketahui

“Hari ini kami juga harus menegaskan kenapa kami tidak turun ke jalan terkait wacana 3 periode karena waktunya belum tepat dan banyak sekali oknum yang berkepentingan,” terangnya.

Hal tersebut berdasarkan hasil analisanya yang menyatakan bahwa banyak sekali kelompok penumpang gelap siap menyusup ke dalam gerakan yang akan digelar. Ia mengatakan hal itu justru retan menggeser esensi dan substansi dari semangat perjuangan kaum intelektual.

Lebih lanjut, berdasarkan pendalam kajiannya, wacana 3 periode tersebut tidak akan tereksekusi karena dua elemen penting tidak sepakat, yakni Presiden sebagai kepala negara, dan DPR RI sebagai lembaga legislatif pembuat Undang-Undang.

“Kami juga harus menyampaikan konsep bernegara di Indonesia ada 3 pilar, yaitu ada eksekutif legislatif dan yudikatif. Nah, wacana 3 periode ini tidak ada di bahas di salah satu pilar negara ini, lantas hal apa yang harus kita khawatirkan dari sebuah wacana yang tidak jelas arahnya ke mana,” tuturnya.

Baca juga:  Heboh Jokowi Dapatkan Info tentang 60 Negara Bakal Ambruk Ekonomi, Benarkah?

Jika substansi gerakan adalah penolakan wacana Presiden 3 Periode atau penundaan pemilu, Julianda menilai sentimen tersebut telah gugur dengan sendirinya.

“Ini hanya gorengan politik bagi para pemilik kepentingan terkait wacana ini. Dan sudah jelas pula Presiden sendiri juga menolak wacana itu, maka hal apa lagi yang harus kita khawatirkan dari sebuah wacana tersebut,” tandas aktivis Mahasiswa yang karib disapa Nanda itu.

Kecuali ketika wacana itu menggeliat di DPR dan menjadi agenda amandemen UUD 1945, maka pihaknya akan melakukan demonstrasi besar-besaran di Istana.

“Dan apabila hal-hal seperti ini dibahas dalam pembahasan DPR untuk mengamendemen UU, kami secara tegas akan menolak,” tegas Nanda.

Baca juga:  Heboh! Jual Konten Porno, Dea OnlyFans Ditangkap Polisi

Terakhir, ia menegaskan bahwa terkait dengan berbagai persoalan masyarakat tetap menjadi fokus dan konsentrasi BEM Nusantara. Namun, ia menyampaikan bahwa pihaknya memiliki langkah yang lebih elegan.

“Kami dari BEM Nusantara lebih memilih fokus untuk menyuarakan kajian kami terkait kelangkaan BBM dan juga minyak goreng yang sudah sejak lama kami bahas di internal. Melalui audiensi kepada kementerian terkait maupun aksi di lapangan,” tutupnya.
Sumber: redaksikota