Proses Perumusan Dasar Negara, Begini Urutannya

Sumber: belajargiat.id

OMTELOLET – Sebenarnya, proses perumusan dasar negara sudah diawali sejak pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Secara garis besar, tugas BPUPKI adalah menyelidiki dan Menyusun rencana mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, BPUPKI juga memiliki tugas mempelajari semua hal penting terkait politik, ekonomi, tata usaha pemerintahan, kehakiman, pembelaan negara, lalu lintas, dan bidang-bidang lain yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia.

Peran BPUPKI dalam Perumusan Dasar Negara

BPUPKI telah dibentuk sejak 1 Maret 1945, akan tetapi baru diresmikan pada tanggal 29 April 1945. Satu bulan setelah peresmian tersebut, berlangsunglah sidang pertama BPUPKI yang dibuka oleh Radjiman Widiodiningrat sebagai ketuanya.

Baca juga:  Sejarah Asean, Latar belakang dan Anggotanya

Sidang pertama ini berlangsung hingga tanggal 1 Juni 1945. Pada sidang ini pula, pembahasan mengenai perumusan dasar negara telah dimulai. Pada hari pertama sidang, yakni tangal 29 Mei 1945, terdapat tiga pembicara yang mengemukakan pendapat terkait rumusan dasar negara.

Pembicara pertama adalah Mohammad Yamin, yang menerangkan tentang Azaz dan Dasar Negara Indonesia Merdeka. Sementara itu, pembicara kedua adalah R.Soepomo, yang memaparkan Dasar-Dasarnya Negara Indonesia Merdeka pada tanggal 31 Mei 1945.

Proses Perumusan Dasar Negara Indonesia

Pada sidang hari pertama tanggal 29 Mei 1945, para pembicara sepakat bahwa Indonesia membutuhkan dasar negara. Hal itu membuat para tokoh-tokoh pendiri bangsa mulai mengusulkan rumusan-rumusan dasar negara.

Baca juga:  Simak Kisah Lengkap Pangeran Diponegoro yang Penuh Perjuangan Melawan Penjajahan

Meskipun isinya berbeda-beda, akan tetapi tetap memiliki persamaan, yakni didasari oleh gagasan besar bangsa Indoneisa serta kepribadian bangsa. Adapun masing-masing rumusan yang diusulkan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Mohammad Yamin (29 Mei 1945)
  • Peri kebangsaan
  • Peri Kemanusiaan
  • Peri Ketuhanan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat
  1. R. Soepomo (31 Mei 1945)
  • Persatuan
  • Kekluargaan
  • Keseimbangan Lahir dan Batin
  • Musyawarah
  • Keadilan Rakyat
  1. Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  • Mufakat dan Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan yang Berkebudayaan

Sidang BPUPKI II (10-16 Juni)

Pada sidang pertama BPUPKI, perumusan dasar negara masih belum mencapai mufakat. Karena itu, BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan 9 orang di bawah pimpinan Soekarno. Setelah melewati diskusi yang panjang, akhirnya pada tanggal 22 Juni 1945, panitia tersebut berhasil merumuskan dasar negara, yang disebut dengan Pancasila.

Baca juga:  Proses Perkecambahan Kacang Hijau

Adapun rumusan dasar negara yang dituliskan di dalam Piagam Jakarta itu belum mencapai titik final. Sebab, masih terjadi perubahan pada sila pertamanya, yang kemudian mencapai final dan dicantumkan dalam pembukaan UUD 1945.

Nah, itulah proses perumusan dasar negara Indonesia, yakni Pancasila, yang dapat kamu ketahui. Semoga uraian ini bermanfaat.