Proses Pengakuan Kedaulatan Indonesia Terjadi

Sumber: tirto.id

OMTELOLET – Bagaimana proses pengakuan kedaulatan Indonesia terjadi? Peristiwa kebangsaan prakemerdekaan memang terjadi secara begitu cepat dan penuh rintangan. Meski begitu, pasca proklamasi bangsa Indonesia tidak serta merta kemudian bebas dari gangguan dan serangan dari para penjajah, terutama Belanda.

Indonesia pun tidak secara serta-merta mendapatkan pengakuan atas klaim kemerdekaannya. Banyak peristiwa pascaproklamasi yang harus dilakukan oleh para tokoh nasional agar kemerdekaan Indonesia benar-benar diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dari berbagai negara dunia.

Bagaimana Proses Pengakuan Kedaulatan Indonesia Terjadi?

Proses kedaulatan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari terselenggaranya Konferensi Meja Bundar (KMB). Pada siding tersebut, Belanda dengan sepenuhnya menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia, yang pada saat itu masih berbentuk Republik Indonesia Serikat.

Baca juga:  Keren! Inilah 12 Jurusan Sastra yang Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya pada bulan Desember 1949. Di mana sebelumnya, pada tanggal 17 Desember 1949 ini diadakan pelantikan Presiden Republik Indonesia Serikat yakni Ir. Soekarno.

Kemudian pada tanggal 20 Desember 1949, Drs. Mohammad Hatta menyusul dilantik sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat. Proses pengakuan kedaulatan tersebut dilaksanakan dua kali di Belanda dan di Idnoensia.

Wakil Indonesia yang menandatangani pengakuan kedaulatan di Belanda adalah Drs. Mohammad Hatta dan Ratu Yuliana sebagai wakil dari Belanda. Sementara itu, proses penandatanganan kedaulatan yang berlangsung di Indonesia diwakili oleh Sultan Hamengkubuwono IX.

Proses KMB dan Penyerahan Kedaulatan

Indonesia berharap agar perundingan yang akan dilanjutkan pada proses KMB dapat menghasilkan kemenangan yang telah lama dicita-citakan. KMB sendiri dimulai pada 23 Agustus 1949 di Gedug Ridderzal, Den Haag.

Baca juga:  Testimoni dan Review Pembelajaran Ruangguru, Bimbel Modern Kekinian!

Sampai pada tanggal 1 November 1949, berhasil dibentuk suatu kesepakatan yang terdiri dari 3 poin, yakni sebagai berikut.

  1. Piagam penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia
  2. Peraturan dasar Uni Indonesia-Belanda
  3. Lampiran status Uni Indonesia-Belanda

Hingga pada tanggal 21 Desember 1949, Presiden Soekarno pun membentuk dua delegasi untuk menerima penyerahan kedaulatan dan satu delegasi menerima penggabungan RI ke Republik Indonesia Serikat (RIS).

Demikianlah uraian mengenai proses pengakuan kedaulatan Indonesia terjadi. Semoga urain tersebut bisa membantu kamu dalam menjawab pertanyaan tersebut, ya!