Proses Pematangan Buah Jeruk, Termasuk Nonklimaterik

Sumber: resepkoki.com

OMTELOLET – Buah jeruk merupakan buah populer yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Namun, tak jarang kita mendapati buah jeruk yang kecut karena tidak matang. Lantas, sebenarnya bagaimana sih, proses pematangan buah jeruk?

Seperti yang telah diketahui, dalam sains, buah sendiri dapat dibedakan menjadi buah klimaterik dan nonklimaterik. Nah, buah jeruk ini termasuk buah nonklimaterik. Untuk dapat memahaminya, perhatikan uraian mengenai buah nonklimaterik beserta cara pematangannya berikut.

Apa Itu Buah Nonklimaterik?

Jadi, jeruk merupakan salah satu contoh buah nonklimaterik. Lain halnya dengan buah klimaterik yang mengalami proses pematangan secara terus menerus meski telah dipanen. Buah nonklimaterik justru tidak dapat mengalami proses pematangan secara alami ketika telah mengalami masa panen.

Baca juga:  Beberapa Tips Lolos Interview Kerja Agar Bisa Diterima

Artinya, buah nonklimaterik adalah buah yang tidak melanjutkan proses pematangan setelah dipetik. Jenis buah ini hanya dapat melakukan proses pematangan jika dibiarkan menempel pada induknya.

Ia tidak akan mengalami proses pematangan ketika dipetik sebelum waktunya. Buah ini tidak matang kareka respon gas etilen eksogen. Di mana hal itu berarti bahwa buah nonklimaterik dipapari gas etilen dari buah yang matang, buah ini tetap tidak merespon etilen tersebut.

Contoh Buah NonKlimaterik

Beberapa jenis buah yang termsuk dalam kelompok nonklimaterik ini antara lain semua jenis beri, jeruk, anggur, leci, nanas, melon, terong, delima, mentimun, semangka, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, jangan sampai kamu memetik buah ini sebelum matang pada induknya.

Baca juga:  5 Ide Lomba Class Meeting Seru dan Menyenangkan

Proses Pematangan Buah Jeruk

Maka, tak heran ketika kita mendapati buah jeruk yang kecut. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh proses pemetangan dan panennya. Jika dipetik atau dipanen terlalu cepat, maka buah jeruk ini tidak dapat melalui proses pematangan lagi.

Hal tersebut mengingat proses pematangan buah jeruk termasuk ke dalam proses pematangan buah nonklimaterik. Sehingga, baiknya kamu memperhatikan proses panen buah jeruk tersebut.

Sebab, berbeda dengan proses pematangan buah klimaterik yang masih dapat terus mengalami proses pematangan meski tidak lagi berada pada induknya. Beruntungnya adalah buah nonklimaterik tidak cepat mengalami pembusukan.

Sehingga, buah jeruk bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding dengan buah klimaterik. Demikian, penjelasan mengenai proses pematangan buah jeruuk yang dapat kamu ketahui. Semoga bermanfaat!