Proses Fertilisasi pada Manusia, Bagini Penjelasannya

Sumber: kompas.com

OMTELOLET – Fertilisasi merupakan proses meleburnya pronucleus jantan dan pronucleus betina. Sederhananya pertemuan sperma dengan ovum sehingga berbentuk zigot. Proses fertilisasi pada manusia berlangsung di tuba falopi atau saluran telur. Di mana peleburan tersebut kemudian akan menyebabkan adanya kehamilan.

Zigot hasil pertemuan sperma dan sel telur tersebut kemudian akan terus berkembang menjadi janin. Lantas, sudah tahukan kamu bagaimana proses fertilisasi pada manusia berlangsung? Oleh karena itu, uraian kali ini akan menjelaskan bagaimana proses peleburan atau fertilisasi itu terjadi.

Proses Fertilisasi pada Manusia yang Perlu Kamu Ketahui

Adapun proses peleburan ini akan melalui setidaknya empat proses penting. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Penetrasi sperma

Oosit sekunder mengeluarkan fertilizin untuk menarik sperma agar secara langsung mendekatinya. Untuk sampai pada Oosit tersebut, sperma harus menembus sejumlah lapisan yang mengelilinginya. Dalam hal ini, sperma akan mengeluarkan enzim hyaluronidase untuk melarutkan hialuronid pada corona radiata.

Baca juga:  Biaya Kuliah Jalur SNMPTN? Disini Informasinya!

Selanjutnya, akrosin akan dikeluarkan untuk menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida dan anti fertilizin agar dapat melekat pada oosit sekunder.

  1. Proses pada Sel Telur

Sel-sel granulosit pada bagian korteks oosit sekunder kemudian mengeluarkan senyawa tertentu agar zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma yang lainnya. Penetrasi sperma tersebut akan merangsang sel telur untuk menyelesaikan proses meiosis II yang menghasilkan tiga badan polar dan satu ovum.

  1. Pasca Penetrasi

Tahap setelah sperma memasuki oosit sekunder, inti atau nucleus pada kepala sperma akan membesar. Sperma tersebut kemudian akan berdegenerasi. Sehingga, sperma dapat melakukan pembuahan.

  1. Penggabungan inti atau Nukleus

Pada tahap  terakhir fertilisasi akan terjadi pengabungan inti. Di mana inti sperma mengandung 23 kromosom (haploid) dengan inti ovum yang mengandung 23 kromosom. Hal inilah yang kemudian akan menyebabkan pertemuan tersebut menghasilkan zigot.

Baca juga:  Jurusan Desain Grafis Bisa Kerja Apa? Simak Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya yang Menjanjikan

Janin sendiri membutuhkan waktu selama Sembilan bulan untuk terus berkembang. Ketika janin telah berkembang, kehamilan pun akan diakhiri dengan adanya proses persalinan.

Dengan begitu, sistem produksi perempuan tidak hanya berfungsi untuk memproduksi sel telur. Namun, juga dapat melindungi dan memelihara janin hingga proses persalinan.

Sementara itu, sistem reproduksi pada laki-laki hanya memiliki satu fungsi yaitu produksi dan penyimpanan sperma.

Demikian penjelasan mengenai proses fertilisasi pada manusia yang terjadi pada sistem reproduksi. Di mana proses tersebut akan melalui beberapa bagian hingga terbentuknya zigot.