Pernah Jadi Korban April Mop? Simak Asal-Usul Perayaan Prank Sedunia

Apa yang kamu ketahui tentang April Mop? April Mop adalah nama lain dari April Fool’s Day.

April Mop adalah hari prank sedunia yang dirayakan setiap tanggal 1 April. Pada tanggal ini, semua orang diberikan izin sesaat untuk melakukan kebohongan, lelucon ataupun berbagai jenis prank lainnya demi kesenangan.

Kemudian di akhir hari, pelaku akan membuka kedoknya dengan berteriak keras dan bangga, “April Mop!” pada korbannya. Ada syarat, tidak boleh ada rasa marah atau emosi negatif lainnya yang muncul ketika menjadi korban tradisi April Mop ini.

Bagi sebagian orang yang suka dengan lelucon, tentunya April Mop ini merupakan momen yang amat dinantikan. Apakah kamu adalah salah satu orang yang menantikan April Mop?

Apa Itu April Mop?

April Mop paling dikenal di seluruh dunia, tanpa memandang negara, agama dan juga kelas ekonomi. Pada momen April Mop ini, anak-anak akan melakukan prank pada orang tuanya, atasan mengerjai bawahan atau rekan kerjanya di kantor, dan anak-anak sekolah yang melakukannya pada sahabatnya.

Baca juga:  Respons Lembek Ingris, Amerika, dan Uni Sofiet Atas Pembunuhan Abu Akleh Diritik

Belakangan ini, sejumlah brand maupun perusahaan juga kerap melakukan prank dengan merilis produk atau kabar yang belakangan diklaim sebagai lelucon belaka.

Lelucon April Mop memang telah terjadi di banyak negara, tidak terkecuali Indonesia. Namun hingga kini, asal-usul terciptanya April Mop masih belum diketahui secara pasti. Hanya ada beberapa spekulasi mengenai hal ini. Lantas, bagaimana sejarah perayaan ini yang sebenarnya?

 Sejarah April Mop

Dilansir dari berbagai sumber, beberapa sejarawan berspekulasi bahwa April Mop berawal di tahun 1582 silam, ketika Perancis beralih dari kalender Julian ke kalender Gregorian.

Dalam Kalender Julian, seperti dalam kalender Hindu, tahun baru akan dimulai dengan ekuinoks musim semi sekitar 1 April.

Baca juga:  Heboh! Poster Lady Gaga Gelar Konser di Sumedang Viral di Media Sosial

Orang-orang yang lambat mendapatkan berita atau tidak menyadari bahwa awal tahun baru telah pindah ke tanggal 1 Januari, mereka terus merayakannya selama minggu terakhir bulan Maret. Hal ini kemudian menjadikan tanggal 1 April sebagai lelucon di kalangan masyarakat hingga disebut April Fool’s Day.

Prank yang pada saat itu dilakukan adalah menempelkan ikan kertas di punggung mereka dan disebut sebagai “poisson d’avril” (April fish), dikatakan melambangkan ikan muda yang mudah ditangkap dan orang yang mudah tertipu.

Selain itu, ada juga spekulasi bahwa April Mop terkait dengan vernal equinox, atau hari pertama musim semi di belahan bumi utara. Pada saat itu, alam menipu orang-orang dengan cuaca yang berubah dan tidak dapat diprediksi.

Perayaan April Mop lalu menyebar ke seluruh Inggris selama abad ke-18, termasuk di Skotlandia yang merayakan tradisi ini dengan acara dua hari.

Baca juga:  Heboh! Video Tanah Bergerak Usai Gempa Pasaman, Begini Penjelasan BNPB

Lelucon tersebut dimulai dengan “berburu gowk”, ketika orang-orang dikirim untuk tugas palsu (gowk adalah kata untuk burung kukuk, simbol untuk orang bodoh).

Mereka ini akan diikuti oleh Tailie Day, yang melibatkan prank yang dimainkan di pantat orang, seperti misalnya menjepit ekor palsu atau tanda “tendang saya”.

Sementara itu, masyarakat Yunani percaya bahwa jika kita sukses membodohi orang lain di April Mop maka akan mendatangkan keberuntungan sepanjang tahun.

Di bagian negara tersebut, curah hujan pada tanggal 1 April dikatakan memiliki kemampuan penyembuhan, sehingga prank selalu dilakukan bukan hanya demi kesenangan belaka.

Singkatnya, April Mop adalah hari prank sedunia. Bagaimana, sekarang sudah tahu sekilas soal  April Mop dan sejarah perayaan April Mop, bukan?

 

 

 

 

Sumber:

https://www.suara.com/news/2022/04/01/095213/april-mop-adalah-perayaan-prank-sedunia-simak-sejarah-lahirnya-berikut-ini?page=2