Waspada Rambut Botak! Ini Penjelasan Penyakit alopecia yang Wajib Tau

Sumber : honestdocs.id

Dengan seiring perkembangan zaman, berbagai macam penyakit juga ikut berubah pula atau bahkan membentuk suatu penyakit baru. Salah satu penyakit yang saat cukup banyak diderita orang adalah rambut rontok yang sudah berevolusi menjadi penyakit alopecia. salah satu orang yang menderita penyakit ini adalah istri Will Smith bernama Jada Pinkett sejak tahun 2018 yang menyebabkan ia mengalami gejala rambut rontok hingga mengalami kebotakan. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang penyakit alopecia.

Pengertian Alopecia Areata

Penyakit ini menyebabkan rambut rontok di satu area, lalu meninggalkan bekas pitak yang menyerupai satu atau beberapa bercak di kepala. Kerontokan terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Penyakit ini merupakan salah satu jenis kebotakan yang cukup sering terjadi. Masalah kebotakan, terutama alopecia areata, dapat terjadi pada siapa saja. Faktanya, angka kasus kebotakan terus meningkat di berbagai negara, termasuk di Indonesia, dengan risiko seumur hidup.

Baca juga:  Heboh Salat Tarawih Digelar di Times Square New York

Masyarakat dengan usia, jenis kelamin, serta dari ras apa pun dapat mengembangkan alopecia. Alopecia areata berbeda dari kerontokan rambut lain, misalnya akibat penghentian penggunaan kontrasepsi hormon atau karena kehamilan atau masa nifas. Selain itu, pria dan wanita yang sudah berusia lebih dari 50 tahun juga lebih berisiko mengalami kebotakan.

Sumber : health.grid.id

Penyebab Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun. Artinya, penyakit yang ditimbulkan akibat kerja sistem kekebalan tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh pada penderita alopecia areata mengalami kelainan dan justru menyerang folikel rambut sendiri. Akibatnya folikel rambut mengecil dan berhenti memproduksi rambut yang mengakibatkan kerontokan rambut.

Tindakan sistem imun yang salah sasaran ini masih belum diketahui penyebabnya. Namun hal ini sering terjadi pada keluarga dengan riwayat penyakit autoimun lainnya seperti diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, penyakit tiroid, lupus, vitiligo, dan ulcerative colitis. Kemungkinan, alopecia areata disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Baca juga:  Terbaru! Twibbon Hari Kartini 2022: Cek Cara Membuat dan Membagikan ke Media Sosial

Pengobatan Alopecia Areata

Secara medis, dokter bisa memberi pengobatan dengan menggunakan minoksidil untuk merangsang pertumbuhan rambut. Pilihan lainnya berupa injeksi steroid, atau penggunaan krim atau sampo kortikosteroid. Fotokemoterapi juga dapat dilakukan untuk memperbanyak pertumbuhan rambut. Fotokemoterapi menggunakan kombinasi terapi radiasi sinar ultraviolet dan obat oral. Respons terhadap pengobatan akan bervariasi pada tiap-tiap penderita. Beberapa orang bahkan juga membutuhkan kombinasi beberapa macam pengobatan.

Selain bersifat medis, ada beberapa cara mengatasi kebotakan secara alami. Ini adalah pengobatan alopesia areata alternatif yang sebagian besar hasilnya belum dapat dibuktikan secara klinis. Sebelum melakukan pengobatan alopecia areata alami ini, harap konsultasi kepada dokter.

Beberapa alternatif cara mengobati kebotakan secara alami antara lain:

  • aromaterapi
  • probiotik
  • terapi laser
  • vitamin: (zinc dan biotin)
  • lidah buaya minyak esensial: (lavender, rosemary, dan peppermint)
  • minyak lainnya: (minyak olive dan kelapa)
  • pijat kepala
  • suplemen herbal: (ginseng dan teh hijau)
Baca juga:  Britney Spears Berduka Akibat Alami Keguguran Setelah Sebulan Ungkap Hamil

Gejala alopecia

Ada beberapa tanda lainnya yang perlu diperhatikan terkait dengan penyakit alopecia, meliputi sebagai berikut.

  • Kulit kepala terasa terbakar atau gatal.
  • Kulit kepala berwarna kemerahan.
  • Bagian rambut yang rontok membentuk pitak sebesar lingkaran. Pitak juga dapat terjadi di janggut atau alis.
  • Rambut yang rontok tidak hanya terjadi di kulit kepala, tapi juga anggota tubuh lainnya.

Gejala diatas tidak selalu dirasakan penderita alopecia, segera konsultasikan pada dokter apabila terdapat kerontokan yang tidak wajar. Hingga kini juga belum diketahui cara untuk mencegah alopecia areata. Mengelola stres emosional dengan baik dinilai bisa membantu mencegah masalah atau membantu pada masa pemulihan.

Demikian penjelasan penyakit alopecia yang perlu kalian ketahui sebagai tindakan pencegahan dan pengobatan untuk penyakit alopecia. Tetap jaga kebersihan rambut dan rawatlah rambut dengan memberikan vitamin secara rutin. 

Sumber :

  1. https://www.klikdokter.com/penyakit/alopecia-areata