Penjelasan Tentang Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Dalam tata bahasa Indonesia, ada yang namanya kalimat aktif dan kalimat pasif. Secara garis besar, perbedaan kalimat aktif dan pasif terletak pada subjeknya. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan aktivitas atau pekerjaan tertentu,  yang diikuti dengan kata kerja tertentu sebagai predikatnya. Sedangkan, kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan tertentu. 

Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif Dilihat dari Definisinya 

Kalimat aktif berfungsi untuk memberikan penjelaskan mengenai suatu pekerjaan atau aktivitas yang sedang atau telah dilakukan oleh seseorang. 

Baca juga:  Pahami Contoh Soal Deret Aritmatika Berikut ini!

Sedangkan kalimat pasif fungsinya menunjukkan bahwa subjek merupakan tujuan dari adanya suatu tindakan yang sedang atau telah dilakukan. Dalam hal ini, objeklah yang berperan sebagai pelaku, bukan subjek. 

Ciri-ciri Kalimat Aktif dan Pasif

Kalimat aktif dan kalimat pasif tentu memiliki karakteristiknya masing-masing. Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat aktif:

  • Subjek (S) melakukan pekerjaan atau aktivitas
  • Kata kerja atau predikat (P) berimbuhan me- atau ber- 
  • Diikuti oleh Objek (O)
  • Memiliki pola SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan) atau SPK (Subjek, Predikat, Keterangan)
  • Kalimat aktif biasanya tidak memerlukan gabungan kata(frasa) oleh atau dengan
  • Kalimat aktif terdiri dari 4 jenis, yaitu kalimat aktif transitif, intransitive, semitransitif dan dwitransitif
Baca juga:  Sudah Punya 36 Cabang, Simak Review Cabang Brain Academy di Indonesia

Setelah membahas ciri-ciri kalimat aktif, jangan lupa juga perhatikan ciri-ciri kalimat pasif berikut ini:

  • Subjek (S) tidak melakukan pekerjaan atau aktivitas secara langsung. Dalam hal ini, pelaku atau subjek merupakan sasaran objek
  • Kata kerja atau predikat (P) berimbuhan ter-, di-, atau konfiks ter- an, ter- ke- an
  • Memiliki kata ganti yang dapat menunjukkan suatu kepunyaan
  • Kalimat pasif merupakan bentuk diri atau persona ku- , kau- , ataupun -nya 
  • Kalimat pasif terdiri dari 4 jenis, yakni kalimat pasif transitif, intransitif, tindakan dan keadaan. 

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif

Untuk semakin mengenali keduanya, perbedaan kalimat aktif dan pasif dapat dipahami melalui contoh-contoh berikut ini : 

Baca juga:  Review Kelas Fundamental Digital Marketing di Skill Academy, Seru!

Contoh 1 :

Ibu menyusui bayinya saat mata kuliah sedang berlangsung di dalam kelas (Kalimat Aktif)

Bayi disusui oleh ibu saat mata kuliah sedang berlangsung di dalam kelas (Kalimat Pasif) 

Contoh 2 :

Anak-anak di asuh oleh bapak setiap hari libur tiba (Kalimat Pasif)

Bapak mengasuh anak-anak setiap hari libur tiba (Kalimat Aktif) 

Contoh 3 :

Aku membeli sekotak coklat di minimarket dekat rumahku (Kalimat Aktif)

Sekotak coklat dibeli olehku di minimarket dekat rumahku (Kalimat Pasif)

Demikianlah pembahasan tentang perbedaan kalimat aktif dan pasif. Semoga artikel ini dapat memudahkan pembaca untuk memahami lebih dalam tentang tata bahasa Indonesia. 

Sumber:

https://tirto.id/apa-itu-kalimat-aktif-dan-pasif-pengertian-jenis-ciri-cirinya-gjcd

https://www.gramedia.com/literasi/kalimat-aktif-dan-kalimat-pasif/

https://www.studiobelajar.com/kalimat-aktif-dan-pasif/