Pasar Pembuatan Vektor Viral: Segmen Kelainan Genetik Diperkirakan Akan Mendominasi Pasar

Sumber: transparency market research

Terapi gen merupakan salah satu alternatif pengobatan terbaik bagi sebagian besar penyakit kronis. Apalagi yang melibatkan penyisipan salinan fungsional gen ke dalam sel yang rusak. Beberapa penyakit yang mampu diatasi dengan metode ini seperti kanker, kelainan bawaan, kelainan neurologis, kardiovask, dan kelainan neurologis patogen menular.

Metode vektor virus atau non-virus ini digunakan dalam transfer gen terapeutik yang efisien ke dalam sel target. Pengembangan vektor kualitas dalam hal formulasi, ukuran fisik, biaya, dan fungsi pengiriman cukup menantang.

Untuk meminimalkan problem tersebut, produsen akhirnya menggunakan berbagai macam pendekatan. Seperti pengembangan kultur garis sel, praktik manufaktur yang baik, sistem kultur sel, dan sistem ekspresi yang digunakan dalam pengembangan vektor.

Baca juga:  Inilah Cara Melamar Magang Agar Mudah Diterima Kerja

Hal tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan pertumbuhan pasar manufaktur vektor virus global. Selain itu, peningkatan jumlah kandidat terapi gen akibat percepatan perkembangan penyakit juga peningkatan pendanaan juga diharapkan dapat mendorong pertumbuha pasar pembuatan vektor virus global.

Alliance for Cancer Gene Theraphy (ACGT) merupakan sebuah yayasan relawan publik di AS yang mendanai kemajuan terapi gen ini. Mulai dari laboratorium hingga uji klinis. Namun, Biaya terapi gen yang cukup tinggi memungkinkan adanya mutagenesis menahan pasar.

Kabarnya, pasar pembuatan vektor virus global inni akan disegmentasi berdasarkan jenis, penyakit, aplikasi, dan wilayah. Pemain kunci yang beroperasi di pasar manufaktur vektor virus global ini antara lain Lonza, Merck, Oxford BioMedica, uniQure, FUJIFILM Diosynth Biotechnologies, Kaneka Eurogentec, dan Spark Therapeutics. Para pemain ini mengadopsi berbagai strategi seperti kolaborasi, kesepakatan, kemitraan, dan peluncuran produk baru untuk mendapatan keunggulan serta kompetitif di pasaran.
Sumber: biospace.com