Raja Abrahah Ingin Menghancurkan Ka’bah, Ini Alasannya

Sumber: republika.co.id

OMTELOLET – Kisah pertempuran antara burung ababil dengan raja Abrahah barangkali sudah populer di telinga kalian. Pasalnya, cerita ini kerap kali diceritakan dalam berbagai kesempatan sebagai salah satu tahun bersejarah bagi umat Islam. Lantas, apa yang menyebabkan Raja Abrahah ingin menghancurkan Ka’bah?

Pada saat itu, penduduk Makkah, melalui pimpinan mereka, yakni Abdul Muthalib mendapat kabar bahwa kota tempat berdirinya Ka’bah tersebut hendak diserang oleh raja Abrahah beserta pasukan bergajah. Tujuannya tak lain adalah untuk menghancurkan Ka’bah.

Alasan Raja Abrahah Ingin Menghancurkan Ka’bah

Pasukan yang berasal dari negeri Yaman itu dipimpin langsung ileh panglima besar Bernama Abrahah. Mereka hendak menghancurkan Ka’bah lantaran rasa iri dan dengki terhadap penduduk Makkah dengan bangunan muliah tersebut.

Baca juga:  Rangkuman Lapisan Bumi yang Singkat dan Jelas

Sebab, Ka’bah senatiasa dikunjungi oleh para pelancong dari berbagai penjuru Arabia, baik untuk berhaji maupun hanya sekedar untuk berziarah. Perasaan iri dan dengki inilah yang melatarbelakangi maksud dari tindakan biadab tersebut.

Abrahah dan para pimpinan Abbesinia menginginkan agar tempat ziarah itu berada di Yaman, bukan di Makkah. Hal itu yang membuat mereka membangun gereja megah di Sana’a yang diberi nama Al-Qalis dengan harapan menjadi tempat ibadah haji terbesar di seluruh Arab, menyaingi Makkah.

Abrahah bersama pasukannya pun berangkat untuk menjalankan misi terkutuk tersebut. Di tengah perjalanan, mereka singgah di daerah Mughammas, dekat dengan kota Makkah. Mereka Berniat untuk beristirahat sejenak.

Baca juga:  Jurusan di Fisip UI Apa Saja? Cek Daftarnya Disini

Ketika itu, Abrahah mengirim seorang utusan untuk mendatangi Abdul Muthalib untuk memberitahukan bahwa mereka akan menghancurkan Ka’bah. Mengetahui hal itu, Abdul Muthalib dan seluruh penduduk Makkah hampir berputus asa, karena mengetahui bahwa pasukan tersebut sangatlah kuat.

Tragedi Penghancuran Ka’bah yang Gagal

Dengan perasaan sedih dan takut, satu per satu penduduk Makkah memilih untuk beranjak meninggalkan tanah kelahirannya menuj bukit-bukit yang mengelilingi kota tua itu untuk bersembunyi. Abdul Muthalib sendiri, sebelum pergi, ia menyempatkan diri untuk pamit ke Baitullah.

Di sana Abdul Muthalib berdoa seraya menyerahkan Baitullah sepenuhnya kepada pemilikny, yakni Tuhan Yang Mahaperkasa. Doa Abdul Muthalib yang bersungguh-sungguh itu pun dikabulkan oleh Allah SWT.

Baca juga:  Bagaimana Proses Kedatangan Bangsa Proto Melayu ke Indonesia

Jadi, sebelum tantara gajah Abrahah sampai menyentuh Ka’bah, mereka disambut dengan segerombolan burung Ababil yang melemparkan bebatuan panas hingga mereka binasa.

Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Fiil ayat 1-5. Semoga uraian ini bisa membantu kamu menjawab pertanyaan tentang alasan mengapa raja Abrahah ingin menghancurkan Ka’bah.