Mengapa Pemerintahan Hindia Belanda Melaksanakan Tanam Paksa?

Sumber: kompascom

OMTELOLET – Indonesia dijajah sekian lama oleh Belanda, hingga berbagai kebijakan yang diterapkan pun cukup menyiksa. Salah satu kebujakan yang pernah diterapkan Belanda di Indonesia adalah culturstelsel atau sistem tanam paksa. Mengapa pemerintahan Hindia Belanda melaksanakan tanam paksa?

Kebijakan sistem tanam paksa ini dikeluarga pemerintahan Hindia Belanda pertama kali di era Gubernur Jenderal Johannes van Den Bosch (1830-1833). Lantas, apa sebenarnya tujuan pemerintahan Hindia Belanda menerapkan Sistem Tanam Paksa tersebut?

Apa Itu Kebijakan Culturstelsel atau Sistem Tanam Paksa?

Sistem tanam paksa sendiri merupakan kebijakan yang mewajibkan setiap petani di desa menyisihkan 20 persen tanahnya untuk ditanami komoditas ekspor yang ditentukan oleh pemerintah kolonial. Sementara itu, jenis tanaman yang menjadi fokus sistem tanam paksa adalah kopi, teh, tebu, dan nila.

Baca juga:  Agar Tetap Lestari dan Asri, Ketahui Bagaimana Cara Melestarikan Hutan

Sistem Tanam Paksa mewajibkan para penduduk untuk menyediakan tanahnya maksimal seperlima untuk ditanami komoditas ekspor dan laku di pasaran Eropa. Selain itu, petani juga harus menanam dan merwat tanaman tersebut sesuai dengan batasan waktu yang dibutuhkan untuk menanam padi.

Jadi, tanah yang diserahkan sebagai komoditas tanam paksa adalah tanah yang dibebaskan dari kewajiban pajak tanah. Tak hanya itu, sistem tanam paksa ini adalah pemerintah bertanggung jawab seluruhnya atas kegagalan panen meskipun pada praktiknya banyak pelanggaran oleh pejabat pribumi.

Ide tanam paksa tersebut sebenarnya sempat ditantang oleh beberapa kalangan pejabat Hindia Belanda, termasuk Dewan Pertimbangan Agung Hindia Belanda. Meski begitu, kebijakan tersebut tetap berlangsung karena disetujui oleh Raja Belanda, Willem I pada saat itu.

Baca juga:  SNBT Supercamp Brain Academy Center: Bimbel UTBK Terbaik!

Tujuan Hindia Belanda Melaksanakan Tanam Paksa

Adapun tujuan pemerintahan kolonial Belanda melaksanakan sistem tanam paksa adalah untuk memperbaiki kas negara. Di mana pada saat itu, banyak kas negara yang terkuras untuk membiayai Perang Jawa dan juga untuk melunasi utang negara.

Adapun tujuan utama Taman Paksa adalah mengembalikan kondisi keuangan Belanda selepas krisis keuangan usai Perang Diponegoro. Selain itu, Culturstelsel juga bertujuan untuk memberikan keuntungan besar bagi pemerintahan kolonial Belanda.

Sistem tanam paksa ini berlangsung selama 1830-1870 sebelum kemudian dicabut karena dinilai sangat menyengsarakan rakyat Hindia Belanda. Rakyat pun diperlakukan sebagai hamba dan dieksploitasi tenaga serta tanahnya untuk kekayaan Kerajaan Belanda.

Baca juga:  Bagaimana Proses Bayi Tabung? Ini Penjelasannya!

Itulah uraian mengenai alasan mengapa Hindia Belanda melaksanakan tanam paksa. Semoga uraian ini bisa menjawab pertanyaanmu terkait persoalan tersebut.