Mengapa Matahari Disebut Sebagai Bintang?

Foto oleh Pixabay

Matahari adalah bola pijar yang menjadi pusat tata Surya. Matahari berupa benda besar yang sangat panas dan tersusun atas berbagai gas bertekanan tinggi. Jika dibandingkan dengan bumi, diameternya 109 kali dari diameter bumi. Sangat besar bukan? Sebagai pusat tata Surya, Matahari disebut sebagai salah satu bintang. Mengapa demikian? Untuk menjawab hal tersebut, terlebih dahulu kamu harus tahu apa yang disebut bintang.

Pengertian Bintang

Saat malam hari, kamu mungkin pernah menatap ke angkasa dan melihat titik-titik cahaya di atas sana. Yup, saking jauhnya jarak benda tersebut hingga hanya terlihat seperti titik-titik saja. Namun, tidak semua yang kita lihat memancarkan cahaya dapat disebut sebagai bintang.

Baca juga:  Bagaimana Kondisi Rakyat yang Mengalami Penjajahan? Ungkap Disini

Bintang adalah bola gas di luar angkasa yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Bintang biasanya tersusun berkelompok dan menghasilkan sebuah galaksi. Misalnya galaksi Andromeda yang memiliki triliunan bintang di dalamnya.

Namun, berbeda dengan galaksi lain yang memiliki kumpulan bintang, galaksi Bima sakti yang menjadi galaksi tempat bumi berada hanya memiliki satu bintang, yaitu matahari. Selebihnya adalah bintang semu karena hanya mampu memantulkan cahaya.

Adapun karakteristik dari bintang, yaitu :

  • Bentuknya seperti bola besar
  • Memiliki suhu yang sangat panas
  • Bisa memancarkan cahayanya sendiri
  • Tersusun atas sekumpulan awan dan debu yang menjadi satu

Mengapa Matahari Disebut Sebagai Bintang?

Matahari disebut sebagai bintang karena terbentuk dari awan debu yang berputar lalu menggumpal membentuk protobintang matahari. Protobintang ialah bola hidrogen dan helium yang belum ditenagai oleh fusi. Sebagian besar awan debu berubah menjadi protobintang matahari sehingga ukurannya jauh lebih besar dari ukuran planet di sekitarnya.

Baca juga:  Bagaimanakah Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Protobintang matahari lalu mengalami pematangan menjadi bintang selama kurang lebih 50 juta tahun. Selanjutnya matahari akan tetap berada di fase dewasa sekitar 10 milyar tahun lamanya. Di tahap ini matahari benar-benar menjadi bintang. Perlu dipahami, matahari bukanlah planet. Hal ini karena matahari adalah bola gas hidrogen-helium yang sangat besar dan tidak memiliki permukaan.

Bagian inti matahari mulai melakukan reaksi fusi nuklir seperti bintang pada umumnya. Kemampuan matahari melakukan fusi, bersinar, dan menghasilkan cahaya sendiri membuat matahari termasuk ke dalam kelompok bintang.

Nah, itulah penjelasan terkait alasan mengapa matahari disebut sebagai bintang. Cahaya matahari yang begitu terang dan panas menjadi salah satu sumber energi yang dimanfaatkan oleh makhluk di bumi untuk bertahan hidup.