Mengapa Kita Tidak Bisa Mendengar Bunyi di Ruang Hampa?

Sumber: bobogrid

OMTELOLET – Tahukah kamu bahwa di ruang hampa udara, kita tidak bisa mendengar bunyi apa pun. Oleh karena itu, ketika kamu berada di ruang yang hampa udara, bukan berarti telingamu sakit, akan tetapi memang tidak ada bunyi yang bisa terdengar. Mengapa kita tidak bisa mendengar bunyi di ruang hampa?

Bukan berarti telingamu bermasalah, akan tetapi ruang hampa memang tidak bisa mengantarkan bunyi untuk sampai pada telinga kita. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut akan dijelaskan alasan mengapa kita tidak bisa mendengar bunyi di ruang hampa udara.

Alasan Mengapa Kita Tidak Bisa Mendengar Bunyi di Ruang Hampa?

Alasan utama mengapa kita tidak bisa mendengar bunyi di ruang hampa adalah karena tidak adanya media rambat bunyi. Seperti yang kita ketahui bahwa bunyi memerlukan media agar sampai pada telinga manusia. Terdapat berbagai macam media yang menjadi perantara bunyi,

Baca juga:  Inilah 48 Istilah dalam Lingkungan Universitas, Maba Wajib Tahu Artinya!

Di antara media tersebut dapat berupa benda padat, benda gas, maupun benda cair. Sementara itu, ruang hampa sendiri merupakan ruangan yang kosong. Di mana tidak terdapat perantara baik udara, gas, maupun cairan sama sekali. Hal itulah yang menyebabkan bunyi tidak sampai pada telinga kita.

Udara merupakan benda gas yang menjadi media rambat bunyi yang utama. Sementara, ruang hampa udara berarti tidak memiliki udara sama sekali di dalamnya. Sehingga tidak ada media yang menghantarkan suara dari sumber bunyi ke telinga kita. Itulah alasan mengapa kita tidak bisa mendengar bunyi di ruang hampa.

Konsep Gelombang Bunyi

Agar kamu lebih memahaminya, maka kamu juga harus memahami konsep dari adanya gelombang bunyi itu sendiri. Bunyi merupakan jenis gelombang longitudinal yang dihasilkan oleh getaran sebuah benda yang merupakan sumber bunyi.

Baca juga:  Review Program PAUD Alta School, PAUD Online Terbaik di Indonesia

Gelombang longitudinal sendiri merupakan sebuah gelombang yang memiliki arah rambat sejajar dengan arah getarannya. Hal itu dapat dilihat misalnya pada saat seseorang memukul gong. Maka, bagian permukaan gong tersebut akan bergetar dan merambat ke berbagai arah.

Di mana kemudian udara akan menghasilkan tekanan tinggi dan molekul renggang yang bertekanan rendah. Hal itu terjadi secara bergantian di udara hingga suara tersebut dapat ditangkap oleh telinga manusia sebagai bunyi gong.

Jadi, kesimpulannya, bunyi pada ruang hampa tidak bisa didengarkan oleh telinga manusia karena tidak memiliki media rambatnya. Sebab, gelombang bunyi termasuk dalam gelombang mekanik yang membutuhkan medium sebagai alat rambatnya.