Mengamati dan Memahami Proses Terjadinya Hujan

Membayangkan suasana pada suatu sore, dimana Obi sedang melamun dari samping jendela kamarnya. Tampak hujan deras sedang turun mengguyur di sore tersebut, sembari memandangi suasana diluar rumah, Obi lantas berpikir, bagaimanakah proses terjadinya hujan?

Terkadang, hujan memang selalu menggairahkan untuk dikenang, sembari Obi membayangkan berbagai kejadian yang sudah berlalu. Tapi pada sore itu, Obi memang sedang serius berfikir dan ingin mengetahui bagaimanakah proses terjadinya hujan?

Setelah berusaha dengan mencoba membaca berbagai buku yang ada di rak buku dekat kasurnya, Obi pun akhirnya mulai menemukan jawaban dari apa yang ia pertanyakan tentang hujan. Sembari juga mencoba untuk browsing di Internet untuk mengetahui beberapa informasi tentang proses terjadinya hujan, akhirnya, inilah jawaban yang Obi dapatkan.

Pengertian Hujan                                                                                                          

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Hujan didefinisikan sebagai sekumpulan titik-titik air yang jatuh merintik dari udara akibat proses pendinginan dan mencapai permukaan Bumi. Artinya, Hujan merupakan suatu presipitasi yang berwujud benda cair, selain itu, Hujan juga memerlukan peranan Atmosfer yang tebal agar dapat mencapai suhu diatas titik leleh es yang berada disekitar permukaan Bumi.

Baca juga:  Apa Itu Kalimat Kompleks? Temukan Jawaban Lengkapnya Disini

Tahapan Pertama Hujan

Turunnya hujan tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan diawali dengan  suatu tahapan yang bernama penguapan. Penguapan yang dalam bahasa lainnya disebut sebagai Evaporasi terjadi ketika energi panas dari Bumi dan Matahari mengenai air.

Proses penguapan berikutnya adalah, energi panas dari Bumi dan Matahari yang mengenai air di laut dan sungai akan menguap. Penguapan tersebutlah yang kemudian menjadi naik hingga mencapai ke permukaan Atmosfer dan disebut sebagai Evaporasi.

sumber gambar ; unsplash.com

Tahapan Kedua Hujan

Tahapan kedua yang terjadi dalam proses pengembunan yang dapat menghasilkan uap air hingga kemudian berubah menjadi sekumpulan partikel es yang berukuran kecil. Kemudian, sekumpulan partikel es yang berukuran kecil tersebut akan mengalami perubahan suhu dan berkumpul menjadi satu. Sekumpulan partikel es yang berkumpul menjadi satu itu membentuk awan, awan tersebut berukuran tidak terlalu besar dan berwarna kelabu.

Baca juga:  Bagaimana Kondisi Rakyat yang Mengalami Penjajahan? Ungkap Disini

Awan kelabu tersebut memiliki banyak sekali kandungan air yang siap tumpah menggguyuri permukaan Bumi dengan kecepatan mencapai 0,01 hingga 0,05 cm per detiknya. Akan tetapi, uap air yang sudah berbentu  awan kelabu tersebut tidak akan langsung turun dan mengguyuri permukaan Bumi.

Tahapan Akhir Terjadinya Hujan

Inilah tahapan akhir saat turunnya Hujan, yang disebut sebagai presipitasi, yakni proses mencairnya partikel es yang sudah berbentuk awan kelabu tersebut. partikel es yang mulai turun mengguyur Bumi itulah yang akhirnya disebut sebagai air hujan.

Uniknya, air hujan tidak akan selalu jatuh pada lokasi dimana terjadinya penguapan pada proses awal terjadiya Hujan. Artinya, Hujan bisa turun kemanapun secara acak, bergantung pada arah gerakan udara yang sangat cepat dan mampu merubah arah turunnya air hujan yang berasal dari sekumpulan partikel es tersebut.

Baca juga:  Perbedaan Teks Fiksi dan Nonfiksi yang Harus Kamu Ketahui

Pada dasarnya, proses presipitasi atau mencairnya partikel es menjadi air Hujan terjadi karena muatan partikel es yang membentuk awan tersebut sudah terlalu padat isinya. Sehingga, permukaan awan menjadi tidak bisa menahan padatnya partikel es dan mengakibatkan turunnya air hujan. Sekedar informasi tambahan, hujan deras terjadi karena jauhnya jarak antara awan dan permukaan Bumi, sedangkan hujan gerimis terjadi karena begitu dekatnya jarak antara awan dan permukaan Bumi.

Jadi, begitulah akhir dari penjelasan proses terjadinya hujan dari proses penguapan, pengembunan hingga pencairan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang fenomena alam.

Sumber referensi ; https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/dhita-novebrin-nidia-1/proses-terjadinya-hujan-materi-kelas-3-sd-tema/5