Memahami Proses Daur Hidup Kupu-kupu

Agaknya, setiap orang akan setuju untuk mengakui bahwa kupu-kupu adalah hewan yang paling indah dan estetik saat terbang. Tapi, mungkin juga tidak semua orang dapat mengetahui dan memahami bagaimana proses daur hidup kupu-kupu.

Orang mungkin lebih banyak akan tertuju pada corak warna kombinasi pada sayap kupu-kupu yang sangat indah. Mungkin juga hanya itu saja satu-satunya hal yang paling banyak menjadi titik fokus orang saat mengamati kupu-kupu yang sedang terbang dengan kedua sayap indahnya.

Padahal, bila saja orang juga memahami proses daur hidup kupu-kupu, barangkali akan timbul kesadaran yang lebih baik lagi. Misalkan, timbul upaya secara massal untuk membuat banyak ruang taman hijau untuk menunjang kelangsungan habitat kupu-kupu. Tentu itu adalah hal yang sangat baik dan memungkinkan generasi masa depan untuk dapat juga menikmati keindahan warna sayap kupu-kupu saat terbang.

Baca juga:  Apa Itu Teks Negosiasi? Ini Pengertian, Ciri, dan Strukturnya

Maka, beginilah proses daur hidup kupu-kupu yang perlu orang ketahui dan pahami bersama ;

sumber gambar ; pinterest.com
  • Telur

Telur merupakan tahapan paling awal dari proses daur hidup kupu-kupu, ya, pada umumnya kupu-kupu dewasa akan meletakkan telur-telurnya pada bagian tangkai dari tanaman inangnya. Sebagaimana warna sayapnya, warna telur kupu-kupu pun tidak sama antara satu dengan yang lainnya

 

Sekali bertelur, jumlah telur yang ditetaskan bisa mencapai angka puluhan hingga ratusan, namun tak akan semuanya menetas karena juga ada hewan pemangsa lain yang selalu mengincar telur kupu-kupu. Perlu waktu selama 3 hingga 5 hari untuk menunggu telur kupu-kupu menetas.

  • Larva

Telur akan menetaskan sebuah larva yang akan langsung memiliki daya konsumsi makanan yang tinggi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan organ tubuhnya. Secara tampilan fisik, larva memiliki warna yang mencolok serta bulu untuk menghindarkan diri dari ancaman hewan pemangsa.

Baca juga:  Kuliah Gratis, Simak Daftar Beasiswa S1 Tahun 2022 Ini

Larva hanya akan menghabiskan masa hidupnya selama 1,5 bulan lamanya hanya untuk makan. Selama rentang masa hidupnya itu, larva juga akan mengalami proses pergantian kulit sebanyak 4 kali.

  • Kepompong

Setelah 1,5 bulan lamanya, Larva akan berubah menjadi Kepompong yang justru memiliki siklus hidup yang berbeda. Bila Larva banyak menghabiskan waktu hidupnya untuk makan, maka Kepompong justru akan berpuasa selama 2 minggu, artinya Kepompong tidak akan memakan apapun selama 2 minggu.

Kepompong selama fase berpuasa tersebut akan mengeluarkan kelenjar Sutra yang membungkus dirinya pada pohon. Fase ini merupakan proses dimana Kepompong sedang bertransformasi untuk berubah menjadi Kupu-kupu dewasa.

Sepanjang proses terjadinya Kepompong menjadi Kupu-kupu, Kepompong juga akan mengalami metode perlindungan diri dengan cara merubah warna Pupa sesuai lingkungan sekitarnya. Meskipun demikian, tetap saja ada faktor ancaman dari Parasit yang bisa saja membunuh Kepompong tepat disaat belum menjadi Kupu-kupu.

  • Kupu-kupu Dewasa
Baca juga:  Keunggulan Les Bahasa Inggris di English Academy Center

Masa kepompong diakhiri dengan munculnya ventilasi dan memungkinkan udara masuk kedalam membuat cangkang kepompong semakin terbuka. Kupu-kupu akan siap keluar dari Kepompongnya dengan bantuan sinar matahari untuk mengeringkan sayapnya, sembari memompakan darah ke sayapnya.

Begitu Kupu-kupu dewasa selesai memompakan sayapnya pada darah, bersamaan dengan telah keringnya pada kedua sayapnya. Maka, saat itulah kupu-kupu dewasa akan langsung meninggalkan Kepompognya untuk mencari Nektar untuk hidup dank kembali berkembang biak melahirkan keturunan.

 

Jadi, begitulah tahapan proses daur hidup kupu-kupu, semoga dengan adanya penjelasan pada artikel ini bisa memberikan manfaat. Orang akan menjadi lebih peka dan peduli untuk menjaga lingkungan agar bisa membantu melestarikan habitat hidup Kupu-kupu.

 

Sumber referensi ; https://www.fajarpendidikan.co.id/gambar-daur-hidup-kupu-kupu-dan-proses-metamorfosisnya/