Malang Heboh Spanduk ‘Malang Tolerant City Not Halal City’ di Balai Kota Jadi ‘Haram City’

Sumber: tajdid.id

Spanduk bertuliskan ‘Malang Tolerant City Not Halal City’ akhir-akhir ini membuat netizen heboh. Spanduk yang terpasang di depan Balai Kota Malang, Gedung DPRD Kota Malang dan bundaran Alun-Alun Tugu, Kota Malang tersebut saat ini tenagh ramai diperbincangkan.

Spanduk yang terpasang pada Rabu, (16/2) tersebut kini telah dicopot oleh Satpol Pp. Lantaran spanduk tersebut diaggap dipasang oleh kelompok yang menolak wacana Wali Kota Malang, Sutiaji, yang sempat melontarkan pernyataan terkait Malang Kota Halal (Halal City).

Dilansir dari Viva, Wakil Ketua Fraksi PDIP, Hardvard Kurniawan, mengatakan sampai saat ini Kota Malang belum memiliki Peraturan Daerah tentang halal city. Dia mengkritik Wali Kota Malang yang sempat melontarkan pernyataan tersebut.

Baca juga:  Heboh Deddy Corbuzier Rehat Lagi dari Media Sosial, Kenapa?

“Wacana ‘Halal City’ yang dilontarkan oleh wali kota menjadi bukti Wali Kota Malang gagal paham sejarah dan hukum. Kalau pun Wali Kota Malang akan mengusulkan perda tersebut maka saya di garda terdepan yang akan menolak selaku Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daeran (Bapemperda),” kata Harvard, Kamis (17/2).

Harvard mengatakan, Kota Malang selama ini dikenal sebagai kota yang kondusif dalam menjalankan toleransi kehidupan bermasyarakat. Menurunnya Kota Malang juga menjadi salah satu kota di Indonesia yang selalu menjunjung pluralisme. Berada di urutan kedua sebagai kota toleransi. Untuk itu, dia meminta Wali Kota Malang lebih berhati-hati dalam melontarkan pernyataan.

“Menurut saya Wali Kota Malang lupa jika Kota Malang peringkat 2 sebagai kota yang menjunjung toleransi. Kenapa wacana yang dilontarkan malah ingin men-downrade Kota Malang sebagai kota nomor 2 menjunjung toleransi,” ujar Wakil Ketua Dewan Pakar PD KAHMI Kota Malang itu.

Baca juga:  Miris! Sampah Plastik Global Diprediksi Bakal Meningkat Tiga Kali Lipat Menurut OECD

Sumber: portalislam.id