Kualitas Garam Pati Mampu Bersaing di Skala Nasional, Dewan Minta Kemudahan Distribusi

Sumber: mitrapostcom

Kualitas hasil dari petani garam lokal dinilai mampu bersaing di pasar nasional. Hal tersebut menarik perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati untuk memberikan tanggapan terkait kualitas hasil garam tersebut.

Kualitas garam yang baik tersebut, diharapkan dapat memberikan kemudahan untuk pendistribusian dan penjualan hasil dari para petani garam daerah Pati.

Terkait hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati menjelaskan bahwa kualitas garam di daerahnya sebenarnya sudah premium, akan tetapi pemasarannya masih kalah dengan perusahaan berskala besar, bahkan garam import.

“Sebenarnya garam kita sudah kelas premium masuk garam industri, tetapi kalah saing dengan perusahaan besar, apalagi perizinan yang mahal dan susah, menjadi salah satu kendala petani kita,” ujarnya kepada mitrapost.com, Jumat (18/03).

Baca juga:  Kim Seon Ho, Aktor Drama Korea Selatan Donasikan Rp 598 Juta untuk Yayasan Leukimia Anak

Dewan dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah harus bisa memberdayakan petani lokal dan menjamin kesejahteraannya, karena kualitas garam yang dihasilkan sudah mumpuni.

“Pemerintah harus mempermudah perizinan, jangan terlalu mahal untuk membuat perizinannya, serta pemodalan untuk para petani garam harus terus di gencarkan,” jelasnya.

Sukarno juga mengatakan bahwa petani garam di Pati sejak tahun 2011 sudah mendapatkan program pemberdayaan usaha garam rakyat (PUGAR) sampai dengan tahun 2014.

Kemudian pada tahun 2015, mulai ada program integrasi, lahan terintegrasi 15 Ha, yang terdiri dari beberapa pemilik atau kelompok. Hasil garamnya pun sudah masuk klasifikasi garam industri (kandungan NaCl 97%).

Baca juga:  Ariel NOAH dan Luna Maya Jadi Sorotan di Ultah Bunga Citra Lestari

Sebagai informasi, saat ini petani garam bisa merasakan angin segar, lantaran harga garam menyentuh Rp1050 per Kilogram untuk lingkup industri pabrik, dan Rp800-900 untuk petani mandiri. Harga tersebut harus dipertahankan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani garam.
Sumber: mitrapostcom