10 Kata Unik dan Viral yang Sudah Ada di KBBI

narabahasa.id

Bahasa memiliki sifat arbitrer yang berarti mana suka. Sehingga bahasa selalu mengalami perubahan atau penambahan kosakata sesuai kebutuhan. Prinsip bahasa ialah untuk berkomunikasi. Sehingga meskipun banyak bermunculan kata baru, itu tidak menjadi masalah selama prinsip bahasa untuk komunikasi masih berjalan. Artinya kedua belah pihak, antara yang berbicara dan diajak berbicara dapat memahami maksud.

Berikut ini ada beberapa kata viral yang sudah ada di KBBI.

Ojol

Istilah “ojol” mulai sering digunakan seiring dengan maraknya perusahaan yang menciptakan aplikasi pemesanan ojek secara online. Ojol sendiri merupakan singkata dari “ojek online”. Dalam KBBI, kata “ojol” didefinisikan sebagai berikut: “Ojek online, ojek daring”

Julid

Setelah Syahrini menggunakan kata “julid” dalam menanggapi nyinyiran netizen, kata ini menjadi viral. Banyak orang yang kemudian memakai kata ini jika ada orang lain yang berkomentar nyinyir.

Ada banyak anggapan tentang kata ini. Ada yang menganggap kata julid merupakan singkatan dari “judes lidah”. Namun, ada juga yang beranggapan kalau julid yang dimaksud Syahrini itu berasal dari bahasa Sunda. Yaitu “binjulid”, yang memiliki arti iri, dengki, dan kekanak-kanakan dalam merespons sesuati.

Pansos

Kata pansos seringkali digunakan oleh orang-orang, terutama untuk menggambarkan mereka mencoba memanjati strata sosisal yang lebih tinggi. Pansos alias “panjat sosial” ini biasanya dilakukan dengan membonceng orang-orang tertentu yang memang strata sosialnya sudah tinggi. Isitilah ini merupakan istilah baru yang berbeda di media sosial.

Baca juga:  Heboh Chandrika Chika Dituduh Jadi Cewek yang Bikin Putra Siregar Ditahan

Pada akhir tahun 2019, kata “pansos” masuk ke dalam KBBI setelah pemutakhiran. Akan tetapi, kata pansos mengalami penyempitan makna di  dalam KBBI, yaitu terkait aksi yang berlangsung di media sosial saja.

Di KBBI sendiri, kata “pansos” memiliki definisi sebagai berikut: “Panjat sosial; usaha yang dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang mempunyai status sosial tinggi, dilakukan dengan cara mengunggah foto, tulisan, dan sebagainya di media sosial.”

Kepo

Ternyata, Kata “Kepo” Udah Masuk Kamus Gaul Anak Muda Sejak 2 Dekade Lalu! - Hai
hai.grid.id

Kata yang tak kalah viral dan sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah kata “kepo”. Istilah ini digunakan untuk menyebut orang yang selalu ingin tahu masalah orang lain. Bisa dibilang, orang yang kepo adalah orang yang suka ikut campur.

Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai asal-usul kata kepo. Beberapa  beranggapan bahwa kata kepo berasal dari bahas Inggris, yaitu “knowing every particular object”, yang memiliki arti “mengetahui segala hal termasuk hal kecil”. Akan tetapi, ada pula yang beranggapan kalau kata kepo berasal dari bahasa Mandarin, yaitu kata “kay po” yang memiliki arti “orang yang memiliki kebiasaan selalu ingin tahu urusan orang lain”. Pendapat ini muncul dari kebiasaan orang Singapore yang suka mengkombinasikan bahasa Inggris dan Mandarin ketika sedang berbicara. Misalnya “Don’t be so kay po  please!”.

Baca juga:  Yuk, Mempelajari Konsep Musik Barat dengan Mudah!

Kata “kepo” ini pun kemudian diserap ke dalam bahas Indonesia. Dalam KBBI, kata ini memiliki definisi sebagai berikut: “Rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain.”

Cie

Kata “cie” memang sudah akrab di telinga kita. Kata ini memang sudah lama digunakan masyarakat Indonesia. Terutama digunakan untuk menggoda seseorang. Namun kata ini sudah dapat kita temukan di KBBI.

Berikut definisi kata “cie” menurut KBBI: “Kata seru yang digunakan untuk memuji atau menggoda seseorang agar tersipu.”

Dalam KBBI sendiri, kata julid memiliki arti: “Iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang menyudutkan orang tertentu.”

Mager

Mager merupakan kata yang sering digunakan untuk menjelaskan keadaan dimana seseorang sedang dalam mode malas gerak. Kata ini memang sudah lama digunakan masyarakat Indoensia. Akan tetapi baru masuk ke dalam KBBI secara resmi sekitat akhir tahun 2019.

KBBI mendefinisikan kata mager sebagai berikut: “Malas (ber)gerak; enggan atau sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas.”

Baper

BAPER
http://kecoanyasar.blogspot.com

Kata “baper” merupakan singkatan dari “bawa perasaan”. Istilah digunakan untuk menyebut orang yang mudah terbawa perasaan atau sensitif. Dalam KBBI, kata “baper” memiliki arti sebagai berikut: “(ter)bawa perasaan; berlebihan atau terlalu sensitive dalam menanggapi suatu hal.”

Baca juga:  Miyabi Trending Topik Bakal ke Jakarta, Ini Deretan Aktivitasnya Ketika di Indonesia

Lebay

Kata “lebay” menjadi populer untuk menyebutkan orang-orang yang terlalu berlebihan dalam menanggapi sesuatu. Kata merupakan plesetan kata baku yang sudah ada terlebih dahulu, yaitu “lebih”. KBBI sendiri mendefinisikan kata lebay sebagai berikut: “Berlebihan (tentang gaya berbicara, penampilan, dan sebagainya).”

Alay

Kata “alay” biasanya disangkut pautkan dengan kata “lebay”. Istilah alay sendiri digunakan untuk menyebut seseorang yang dianggap norak atau disebut juga “anak layangan”. Kata ini kemudian mengalami perluasan makna sebagai orang yang berperilaku berlebihan untuk menarik perhatian.

Kata slang ini pun kemudian masuk ke dalam KBBI dengan definisi sebagai berikut: “Anak layangan; gaya hidup berlebihan untuk menarik perhatian.”

Gebetan

Kata “gebetan” sebenarnya berasal dari istilah GBT yang sudah digunakan sejak tahun 1970-an. GBT alias “gerakan bawah tanah” merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang yang diincar untuk menjadi kekasih. Semakin lama, orang mulai menyingkat menjadi “gebet” dan akhirnya menjadi kata “gebetan”.

Dalam KBBI, kata gebetan didefinisikan sebagai berikut: “Seseorang yang sedang ditaksir atau disukai.”

Sumber:

2020.“Sumpah Pemuda dan 10 Kata Kekinian dalam KBBI”. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20201027164324-241-563390/sumpah-pemuda-dan-10-kata-kekinian-dalam-kbbi

2020.”Lima Kosa Kata Popular yang Sudah Ada di KBBI”. https://www.suaramerdeka.com/pendidikan/pr-041186568/lima-kosa-kata-popular-yang-sudah-ada-di-kbbi