Jenis Jenis Psikotes dalam Proses Rekrutmen Kerja

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Sebagian besar perusahaan telah menerapkan tes psikologi atau psikotes dalam proses rekrutmen kerja. Menurut laporan tren 2014 dari perusahaan penasihat bisnis CEB, sekitar 62% profesional sumber daya manusia menggunakan tes kepribadian untuk memeriksa kandidat dalam proses perekrutan.

Perusahaan menggunakan psikotes untuk mengetahui siapa calon karyawannya dan apa yang memotivasi mereka untuk bekerja di perusahaan. Dari perspektif pemberi kerja, memahami kepribadian calon karyawan dapat menjelaskan gaya kerja mereka dan bagaimana mereka dapat menyesuaikan diri dengan budaya kerja perusahaan.

Apa itu Psikotes (Tes Psikologi)?

Sederhananya, psikotes adalah penilaian verbal atau tertulis yang dirancang untuk menilai perilaku seseorang. Berbagai jenis tes psikologi tersedia untuk membantu orang memahami berbagai dinamika manusia. Ini dapat menjelaskan mengapa seseorang lebih unggul dalam satu hal, sementara yang lain unggul dalam hal lainnya.

Baca juga:  Cek Informasi Universitas Terbuka: Jadwal, Cara Pendaftaran, dan Biaya Kuliah

Di sisi lain, manusia adalah makhluk kompleks yang tidak dapat didefinisikan dan diklasifikasikan ke dalam cabang-cabang tertentu. Sifat subjektif manusia dan perbedaan individu sering dikritik dalam tes psikologi. Tes psikologi memungkinkan pengukuran secara formal dan akurat dari berbagai faktor yang berkontribusi terhadap masalah orang.

Jenis Jenis Psikotes dalam Proses Rekrutmen Kerja

Seperti yang sudah dibahas di atas, psikotes digunakan dalam proses rekrutmen kerja. Jika kamu ingin melamar pekerjaan, ada baiknya kamu mengetahui psikotes kerja. Ada beberapa psikotes yang digunakan dalam proses rekrutmen kerja, salah satunya sebagai berikut ini:

1.Tes IQ

Intelligence Quotient alias IQ ditentukan dengan memberikan penilaian untuk menentukan tingkat kecerdasan manusia. Tes IQ sering digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk proses rekrutmen kerja. Sebagian besar perusahaan menerapkan tes IQ dalam mencari calon karyawan yang tepat.

Baca juga:  Bagaimana Proses Terjadinya Gempa Tektonik?

Dalam dunia kerja, Tes IQ diperlukan untuk menguji kemampuan kandidat untuk melakukan tugas tertentu dan bereaksi terhadap berbagai situasi yang berbeda. Tes IQ digunakan sebagai alat selama wawancara kerja, terutama untuk posisi yang membutuhkan keterampilan analitis dan pemecahan masalah tingkat tinggi.

2.Tes Wartegg

Dikembangkan oleh psikolog Jerman Ehrig Wartegg, Tes Wartegg adalah tes grafis untuk memverifikasi aspek kepribadian seseorang yang meliputi: emosi, imajinasi, kecerdasan dan aktivitas. Dari beberapa aspek tersebut, aktivitas dalam hal ini diartikan sebagai tindakan atau kehendak.

Dalam Tes Wartegg, akan ada delapan kotak yang berisi potongan gambar sebagai indikator. Gambar di setiap kotak harus dikembangkan menjadi apa saja yang terlintas dalam pikiran kandidat. Tidak perlu takut atau khawatir akan dinilai salah dalam Tes Wartegg. Hal ini karena dalam proses penilaian, tim perekrut hanya melakukan analisis karakter.

Baca juga:  Apa itu LMS dan Apa Manfaatnya?

3.Tes Spasial

Tes Spasial adalah tes yang digunakan selama proses perekrutan kerja untuk mengevaluasi seberapa baik karyawan dapat mengenali pola, menilai angka dari berbagai perspektif, serta memvisualisasikan bentuk dalam ruang dua dan tiga dimensi. Tes ini biasanya berkorelasi dengan pekerjaan yang berhubungan dengan penalaran spasial seperti arsitektur, teknik, kesenian dan desain.

Selain yang disebutkan diatas, tentunya masih banyak jenis-jenis psikotes dalam proses perekrutan kerja lainnya. Ini termasuk Tes Logika Aritmatika, Tes Analog Verbal, Tes EPPS, Tes Pauli, Tes Army Alpha Intelegence, dan masih banyak yang lainnya.