Jadi Situs Warisan Budaya Dunia, Begini Sejarah Candi Borobudur

Foto oleh form PxHere

Indonesia memiliki berbagai peninggalan sejarah yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Salah satu peninggalan sejarah yang hingga saat ini dapat dilihat berdiri kokoh adalah candi Borobudur. Lokasi Candi Borobudur terdapat di Jl. Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Candi Borobudur masuk dalam jajaran kuil Buddha terbesar di dunia. Candi ini diresmikan sebagai tempat wisata pada 15 Juli 1980 dan ditetapkan sebagai budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. 

Sejarah Singkat Candi Borobudur

Foto dari id.wikipedia

Candi Borobudur merupakan peninggalan dinasti syailendra yang juga menjadi bukti sejarah panjang perkembangan agama Buddha di Indonesia. 

Berdasarkan catatan sejarah, candi borobudur didirikan pada abad ke-8. Menurut legenda, candi ini didesain oleh arsitek bernama Gunadarma. Pembangunannya dilakukan secara bertahap dengan cara gotong royong sebagai simbol kebaktian terhadap ajaran Buddha. Sejarawan J.G de Casparis menyebutkan bahwa dibangunnya candi ini dimaksudkan untuk memuliakan agama Buddha Mahayana.

Baca juga:  Cari Placement Test Bahasa Inggris Gratis & Bersertifikat? Coba di English Academy!

Tahun 1814, candi Borobudur muncul dalam perbincangan ilmu pengetahuan modern. Sir Thomas Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jendral  Inggris, menugaskan kepada salah seorang insinyur menyelidiki terkait candi ini. 

Dari penyelidikan tersebut ditemukan, dalam proses pembangunan candi Borobudur, tenaga kerja yang digunakan sekitar 200 orang yang bertugas menebangi pohon, membakar semak-semak, dan menggali tanah yang mengubur seluruh candi. 

Makna Yang Terkandung Pada Candi Borobudur 

Foto dari cnnindonesia.com

Saat ini, candi Borobudur masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan. Tiap tahun, para penganut agama Buddha baik yang merupakan penduduk asli Indonesia maupun mancanegara berkumpul di sana untuk memperingati Trisuci Waisak. 

Struktur bangunan candi ini memberikan gambaran lintasan hidup yang ditempuh tiap manusia untuk mencapai kebijaksanaan tertinggi. Relief candi merupakan refleksi dari inti ajaran Buddha, yang mana dunia ini terbagi atas tiga tingkatan hidup, yaitu Kamadhatu atau dunia keinginan, Rupadhatu atau dunia nyata, dan Arupadhatu atau dunia roh. 

Baca juga:  Apakah Lulusan SMK Bisa Masuk Kuliah? Cek 7 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Anak SMK

Tingkatan Kamadhatu disimbolkan pada relief paling bawah yang terdiri dari 160 relief. Relief ini menggambarkan hukum sebab akibat, ilustrasi tingkah laku manusia dan karmawibhangga sutra. Pada tingkatan ini merefleksikan tataran hidup yang masih dikuasai oleh nafsu dan kenikmatan. 

Tingkat kedua berisi relief patung-patung budha yang menggambarkan manusia yang dibebaskan dari hal-hal yang bersifat duniawi. Tingkatan ini merupakan perwujudan kehidupan ideal yang seharusnya ditempuh oleh setiap manusia dalam usahanya melepaskan diri dari kesengsaraan. 

Dan tingkatan terakhir yaitu Arupadhatu yang tercermin dari puncak candi yang sederhana hanya berupa stupa-stupa yang di dalamnya terdapat patung budha. Bagian ini merupakan puncak tingkatan yang melambangkan nirwana atau tujuan akhir setiap umat. 

Baca juga:  Cara Mudah Mempelajari Persamaan Matriks

Itulah penjelasan terkait sejarah singkat dan makna yang terkandung pada relief candi Borobudur. Peninggalan yang menjadi rekam jejak sejarah di Indonesia ini patutlah menjadi perhatian semua masyarakat untuk selalu dijaga dan dilestarikan keberadaannya.  

Sumber:

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-61701745

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220513155107-31-796488/sejarah-candi-borobudur-dan-makna-reliefnya

https://bobo.grid.id/read/082120559/inilah-alasan-mengapa-unesco-menetapkan-candi-borobudur-sebagai-warisan-dunia-pada-tahun-1991?page=all