Indra Kenz Resmi Jadi Tersangka Investasi Bodong Berkedok Binary Option Binomo

Sumber: beritaislam.org

Crazy Rich Indra Kenz resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran hoaks hingga pencucian uang. Ia tersangkut kasus investasi bodong berkedok Binary Option Binomo. Hal tersebut dikabarkan melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Agung (Kejagung) dari Mabes Polri.

“Telah menerima SPDP dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri terhadap dugaan tindak pidana judi online dan atau penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang atas nama tersangka IK,” kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Kamis (24/2/2022).

SPDP terhadab indra kenz itu diterbitkan oleh dirtipireksus bareskrim polri pada Senin (21/2).

Baca juga:  Heboh Jhonny Depp Menang, Tagar Jack Sparrow Trending Topik

”dan diterima oleh sekretariat jaksa agung muda bidang tindak pidana umum pada selasa 22 februari 2022,” kata leonard.

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menaikan status penanganan perkara dugaan investasi bodong Binomo dengan Indra Kenz sebagai terlapor ke tingkat penyidikan Jumat (18/2) lalu.

Indra Kenz sebagai terlapor diduga melakukan tindak pidana judi online atau penyebaran berita bohong melalui media elektronik dan atau penipuan, perbuatan curang dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 dan atau Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga:  Inilah Profil Andika Perkasa yang Jadi Bakal Capres Nasdem

“Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberatansan TPPU, dan atau Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP ini sesuai dengan laporan polisi nomor LP/B/0058/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 3 Februari 2022,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (18/2).
Sumber: beritaislam.org