Horor! Inilah 5 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang Berisi Kutukan

OMTELOLET – Kerajaan Sriwijaya adalah bagian dari kerajaan bercorak Buddha. Kerajaan ini memiliki beberapa peninggalan berupa prasasti yang berisi kutukan. Yuk, simak peninggalan di Kerajaan Sriwijaya berikut ini!

Kerajaan Sriwijaya terletak di Pulau Sumatera dan berdiri pada abad ke-7 Masehi. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Balaputeradewa di abad ke-9.

Sejarah awal berdirinya Kerajaan Sriwijaya telah tertuang di Prasasti Kedukan Bukit. Melalui prasasti tersebut, Kerajaan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang melakukan perjalanan suci.

Kemudian, Dapunta Hyang Sri Jayanasa berangkat menggunakan perahu dari Minanga Tamwan bersama 20.000 orang tentara dan 200 peti bekal. Ia berhasil menaklukkan beberapa wilayah dan membangun pemukiman di Palembang.

Beberapa prasasti peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya diketahui berisi kutukan bagi yang tidak taat dengan raja. Berikut ini adalah daftar prasastinya.

1. Prasasti Telaga Batu

Prasasti Telaga Batu berisikan kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak taat kepada raja. Melansir kebudayaan.kemdikbud.go.id, ancaman tersebut ditujukan kepada siapapun baik para putra raja dan pejabat kerajaan maupun para kerajaan.

Baca juga:  Contoh Soal Tentang Surat Lamaran Pekerjaan yang Wajib Diketahui

Dalam Prasasti Telaga Batu tertulis bahwa barangsiapa melanggar prasasti tersebut, maka dia akan mati. Berikut kutipan isi prasasti yang berisi kutukan ini:

“Selain itu, kuperitahkan mengawasi kalian … akan mati … dengan istri-istrimu dan anak-anakmu … anak-cucumu akan dihukum oleh aku. Juga selain … engkau akan mati oleh kutukan ini. Engkau akan dihukum bersama anak-anakmu, istri-istrimu, anak-cucumu, kerabatmu, dan teman-temanmu”.

2. Prasasti Boom Baru

Prasasti Boom Baru ditemukan di daerah Palembang, tepatnya di sekitar Pelabuhan Boom Baru. Prasasti ini ditulis dengan huruf Pallawa. Tidak tertulis tahun dalam prasasti tersebut.

Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini berisi tentang kutukan dari raja Sriwijaya. Melansir situs yang sama, sumpah atau kutukan ditujukan kepada orang yang berbuat jahat atau berkhianat kepada dātu Śrīwijaya (red: raja).

Baca juga:  Homeschooling Online Alta School SMP: Review Fitur, Keunggulan, Biaya & Cara Daftar

Berikut penggalan isi kutukan dalam Prasasti Boom Baru:

“…(apabila) ia tidak bakti dan tunduk (bertindak lemah lembut) kepadaku (raja) dengan …
dibunuh ia oleh sumpah dan di(suruh) supaya hancur oleh … (Śrīwijaya)”

3. Prasasti Kota Kapur

Prasasti Kota Kapur ditemukan di Kota Kapur, Bangka Belitung. Prasasti ini diperkirakan ditulis pada 656 Masehi. Prasasti Kota Kapur berisikan permintaan kepada Dewa untuk menjaga persatuan dan kesatuan Kerajaan Sriwijaya.

Selain itu, prasasti ini juga berisi hukuman bagi orang yang melakukan kejahatan dan melakukan pengkhianatan terhadap raja.

4. Prasasti Karang Berahi

Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang berisi kutukan lainnya adalah Prasasti Karang Berahi. Prasasti ini ditemukan di Jambi, tepatnya di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin.

Baca juga:  8 Jenis Perguruan Tinggi di Indonesia, Cari Tahu Yuk!

Melansir laman Kemendikbudristek, Prasasti Karang Berahi ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti ini berisi kutukan bagi wilayah yang tidak tunduk terhadap Kerajaan Sriwijaya.

5. Prasasti Palas Pasemah

Prasasti Palas Pasemah menceritakan tentang keberhasilan Kerajaan Sriwijaya dalam menduduki wilayah Lampung Selatan.

Selain itu, prasasti ini juga berisikan kutukan bagi orang-orang yang tidak taat kepada raja. Orang tersebut akan terbunuh oleh kutukan.

Berikut penggalan isi prasasti kutukan peninggalan Kerajaan Sriwijaya:

“…Ada orang di seluruh kekuasaan yang tunduk pada kerajaan yang memberontak, berkomplot, tidak tunduk setia kepadaku, orang-orang tersebut akan terbunuh oleh (kutukan)…”

Nah, itulah peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya yang berupa prasasti berisi kutukan yang menyeramkan. Semoga bermanfaat ya.