Heboh! Warga Robohkan Paksa Plang Muhammadiyah dan Aisyiyah di Banyuwangi

Sumber: replita.com

Baru-baru ini warganet turut dihebohkan dengan unggahan penurunan paksa plang nama Muhammadiyah. Peristiwa tersebut diduga berasal dari Masjid Desa Tampo, Kecaamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebelumnya terdapat tiga plang yang terpasang milik Muhammadiyah. Ketiga plag tersebut bertuliskan Pusat Dakwah Muhammadiyah Tampo, Pimpinan ‘Aisyiyah Ranting Tampo, serta TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Tampo.

Dalam unggahan tersebut terlihat plang-plang tersebut digergaji dan dirobohkan paksa oleh sejumlah warga. Plang tersebut sempat akan dibuang di depan masjid, namun tidak jadi dan kembali dibawa masuk ke area masjid.

Ada pun plang bertuliskan TK ‘Aisyiyah Bustanil Athfal Tampo yang juga sempat ikut mau dirobohkan warga, tidak jadi dilakukan. Insiden itu terjadi pada Jumat (25/2).

Baca juga:  Viral! Pria Pengucap Kata "Mazzeh"Dicari Bupati Kediri, Bagaimana Kronologinya?

Kepala Desa Tampo, Hasim Ashari mengatakan, kedatangannya bersama warga tidak ada niatan apapun.

“Kecuali untuk memelihara ketertiban untuk menjaga ketentraman untuk menjaga kekhusyukan ibadah, dan lain sebagainya,” kata Hasim yang didampingi pengurus kecamatan, kepala KUA, dan Babinsa saat memberikan keterangan di halaman masjid Muhammadiyah dikutip dari channel Discovery Banyuwangi di Jakarta, Minggu (27/2).

Hasim mengaku, tidak menganakemaskan apapun dan siapa pun terkait keputusan tersebut. Bagi dia, semua warga Desa Tampo adalah masyarakat yang sama. Hasim pun mempersilakan jika ada yang merasa dirugikan atas keputusan pemerintah desa itu untuk menempuh jalur hukum.

“Saya ingin masyarakat sini itu untuk beribadah dengan khusuk,” ucap Hasim.

Baca juga:  Heboh! Seorang Ibu Memarahai Penjual Cabai yang Curang, Warganet: The Power of Emak-Emak

Warga sekitar terlihat emosi ketika pengurus Muhammadiyah Tampo meminta berita acara pembongkaran dilakukan

Warga pun mengaku, jika mereka semua sama-sama Muslim dan tidak membeda-bedakan sama sekali, serta agar ibadah yang dilakukan bisa lebih khusuk. Video tersebut juga akhirnya viral di lini masa setelah diunggah akun Twitter @TofaTofa_id.

Dari narasi video tersebut, ternyata pembongkaran plang Muhammadiyah dilakukan warga demi tujuan membangun kerukunan di Kabupaten Banyuwangi.

“Muhammadiyah Banyuwangi, insya Allah akan menempuh jalur hukum atas perilaku ini. Mohon doanya. Kejadian 25 Februari 2022,” ucap pengurus Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya.
Sumber: replita.com