Heboh, Video Ular Berukuran Besar Melintas di Bojonegoro, Simak Apa Kata Ahli

Sumbe: kompascom

Baru-baru ini jagad sosial media dihebohkan dengan video berdurasi pendek yang menunjukkan seekor ular besar tengah melintasi sebuah jalan. Ular raksasa tersebut diklaim melintas di Jalan Raya Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Video tersebut pun kemudian viral dan menghebohkan para warganet. Pasalnya, keberadaan ular tersebut disebut oleh warga sebagai penunggu atau penghuni sebuah sendang yang dikeramatkan. Namun, Kepala Desa Tumbrasanom justru tak mengakui bahwa ular berukuran panjang 7 meter tersebut bukan berasal dari desanya.

Lantas, apa yang sebenarnya spesial dari keberadaan spesies ular yang disebut berasal dari Desa Tumbrasanom tersebut? Dilansir dari Kompascom, Peneliti Reptil dari Kantor Pusat Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr Amir Hamidy, M.Sc. mengatakan bahwa ular tersebut bukanlah ular asli. Sehingga perlu diteliti lebih lanjut keberadaan dan keaslian video tersebut.

Baca juga:  Heboh, Beredar Video Tragis Pengguna Motor Lindas Seorang Warga di Bandung

“Foto (dan) video yang dilihat itu (perlu) dilihat lagi video real atau video buatan. Jadi kalau dilihat dari sisiknya sepertinya bukan (ular) real, bukan benar-benar ular yang di situ (Desa Tumbrasanom),” ungkap Amir, Minggu (13/3/2022).

Oleh sebab itu, dirinya juga meragukan keaslian ular terekam dalam video yang disebutkan memiliki ukuran tujuh meter panjangnya.

“Jenis (ular) yang ada di dalam video itu adalah jenis piton. Kalau klaim dia (video) itu tujuh meter, itu juga sepertinya permainan (suntingan) di dalam videonya,” ucap Amir menanggapi ular besar melintas di jalan raya.

“Kalau saya melihat video itu, kalau diperhatikan ular yang berjalan di atas itu tidak seperti itu (seharusnya),” sambungnya.

Baca juga:  [POPULER TREN] Indonesia Resmi Membeli Jet Tempur Rafale untuk Pasukan TNI, Cek Spesifikasi Buatan Perancis Ini

Adapun jika berbicara mengenai ular besar yang ada di Pulau Jawa biasanya sanca kembang atau Malapython reticulatus serta sanca gading atau Phyton bivittatus. Dari segi ukuran, piton reticulatus lebih besar dibandingkan piton bivittatus.

Dijelaskan Amir, piton bivittatus memiliki ukuran panjang maksimal lima hingga enam meter, meskipun jarang. Sedangkan, untuk jenis ular piton reticulatus bisa mencapai panjang tujuh sampai delapan meter.

“Sedangkan untuk di Jawa ukuran segitu besarnya sudah sangat tidak mungkin, kalau di Sumatera saya masih bisa melihat piton itu ada di Palembang spesimen enam meter yang kita ukur sendiri untuk piton reticulatus,” imbuhnya.
Artinya, ular piton reticulatus yang berukuran tujuh meter di Pulau Jawa sangat jarang ditemukan.

Baca juga:  Ampuh Turunkan Berat Badan, Simak Deretan Olahraga yang Mudah DiLakukan

“Jadi kalau ular segitu enggak mungkin (ada) di Jawa, dan videonya itu juga bukan video asli kelihatannya walaupun yang buat orang dari situ,” Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa ular piton yang direkam menggunakan kamera akan menunjukkan ciri khas yaitu terdapat batas jelas, misalnya pada sisik ular yang lebih bersinar.
Sumber: kompascom