Heboh Varian Deltacron, Apa Itu dan Seberapa Bahaya?

Usai kabar menurunnya penularan varian Omicron, dunia saat ini kembali diramaikan dengan varian baru yang disebut dengan Deltacron. Namun, apa sebenarnya varian Deltacron ini?

Virus dengan varian Deltacron ini diakui oleh dunia dan digunakan untuk menggambarkan virus dengan karateristik yang sama dengan dua jenis virus sebelumnya, yakni Delta dan Omicron.

Banyak ilmuwan yang meyakini bahwa varian ini muncul dari mutasi dua virus sekaligus. Dalam suatu waktu, seorang pasien terinfeksi oleh kedua varian tersebut pada waktu yang bersamaan.

Pada awal munculnya Deltacron, virus tersebut dianggap mirip dengan strain Delta. Namun, virus tersebut tetap memiliki protein lonjakkan Omicron yang meningkatkan transmisi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa pihaknya sedang berhati-hati dan memperingatkan kemungkinan Deltacron akan muncul di lebih banyak negara dalam beberapa minggu mendatang. Dilansir dari jawapos.com, saat ini 30 kasus telah terdeteksi di Inggris, dan 36 kasus lainnya dilaporkan di Prancis, delapan di Denmark, dan satu di Jerman, Belgia dan Belanda.

Baca juga:  8 Aplikasi Edit Video yang Gampang Buat Bikin Konten Reels

Namun, dengan tingginya tingkat vaksinasi, WHO memperkirakan tingkat daya tular dari varian ini akan terbilang rendah.

”Saat kami melihat lebih jauh, saat kami melakukan lebih banyak pengurutan, ada kemungkinan virus rekombinan ini akan terdeteksi di negara lain, tetapi beredar dengan daya tular sangat rendah,” kata pimpinan teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Indonesia Siti Nadia Tarmizi. Ia mengungkap bahwa varian Deltacron serta varian baru Covid-19 akan dapat ditangani secara efektif melalui vaksin.

Nadia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik akan varian baru yang muncul. Dia mengimbau masyarakat yang belum menerima vaksinasi dapat segera menyelesaikan vaksinasi dua dosis serta booster.

Baca juga:  Heboh Aksi Pemukulan Anak Politisi PDIP oleh Ketua Pemuda Bravo 5, Siapa Dia?

“Kuncinya kita harus lengkapi vaksinasi dua dosis, serta perlu menambah dosis ke 3 atau booster untuk menambah pertahanan kita dari sub varian Omicron ini. Tidak lupa, tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Nadia.

Nadia juga menegaskan bahwa varian gabungan dari Delta dan Omicron tersebut hingga saat ini belum ditemukan di Indonesia.

“Hingga saat ini, pemerintah belum mendeteksi kasus varian Deltacron di Indonesia dan kita terus akan memantau,” katanya.
Sumber: thephrase