Heboh, Stafsus Jokowi Nikah Beda Agama, Begini Pernyataan Serius dari Sekjen MUI

Sumber: minangkabaunews

Baru-baru ini terdapat kabar mengejutkan, staf khusus (Stafsus) Presiden RI, Ayu Kartika Dewi tuai sorotan karena menikah beda agama. Beredarnya kabar tersebut kemudian membuat Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan turut memberikan komentar. Ia mengatakan bahwa pernikahan beda agama tersebut tidak sah.

Perkara tersebut tertuang dalam Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa perkawinan sah apabila dilakukan menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

“Kita minta dilakukan macam verifikasi dalam konteks UU Nomor 1 Tahun 74,” ungkapnya, Jumat (18/03), seperti dikutip dari Sindonews.

“Itu artinya secara tegas dan jelas beda agama tidak dibolehkan, harus dengan seagama karena sesuai dengan keyakinan,” sambungnya.

Baca juga:  Heboh Mbak Rara Ramal Anak Ridwan Kamil, Dinilai Tidak Empati Oleh Warganet

Kemudian ia juga memaparkan Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa ‘Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Lalu Ayat 2, ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu’.

Terkait sah atau tidaknya ijab kabul pernikahan beda agama, Amirsyah menyebutnya kembali lagi pada UU Nomor 1 Tahun 1974. Yang mana menyatakan bahwa pernikahan harus seagama dan bukan beda agama.

Sebelumnya, Ayu melaksanakan pernikahan dengan pria bernama Gerald Sebastian pada Jumat kemarin. Melansir dari kanal YouTube Ayu Kartika Dewi, pasangan pengantin itu melakukan pernikahan dengan dua prosesi.

Yang pertama yakni akad nikah secara Islam sesuai dengan agama Ayu, kemudian menikah di Katedral sesuai keyakinan Gerald.

Baca juga:  Heboh El Rumi Menang Tinju Lawan Winson Reynaldi, Ahmad Dhani Ungkapkan Rasa Bangga

Prosesi tersebut berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta secara Islam pada pukul 07.30 WIB lalu misa pemberkatan di Katedral Jakarta pada pukul 10.00 WIB
Sumberr: minangkabaunews