Heboh “Muhammad-Maria” dalam Promo Holiwings, 6 Orang Staf Jadi Tersangka

Sumber: law-justice

OMTELOLET – Promo Holiwings yang tuai kontroversi itu masih menyita perhatian publik. Bahkan, kini masalah tersebut dipersoalkan ke ranah hukum. Promo minuman keras yang menggunakan nama “Muhammad” dan “Maria” tersebut mendapatkan kecaman.

Pihak kepolisan terlah menetapkan 6 orang staf yang menjadi tersangka terkait kasus tersebut.

“Dicari yang punya nama Muhammad & Maria. Kita kasih Cordon’s Dry Gin atau Cordon’s Pink” demikian bunyi promosi yang sempat diunggah ke akun Instagram @holywingsindonesia & @holywingsbar pada Rabu (22/6/2022).

Diketahui, promo tersebut dibuat untuk menarik para pengunjung agar datang ke Holiwings. Namun, justru hal itu menuai banyak kecaman publik. Sehingga, akun Holiwings menarik postingan tersebut dan menyampaikan permintaan maafnya.

Baca juga:  Cek 6 Tips Lolos Prakerja Gelombang 24, Segera Daftar Sekarang!

“Tadi kami sampaikan bahwa motif awal mereka buat konten ini untuk menarik minat para pengunjung terhadap outlet-outlet yang dianggap penjualannya masih di bawah target 60 persen,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombers Budhi Herdi Susianto, saat jumpa pers, Jumat (23/06).

Budi menjelaskan bahwa polisi bergerak cepat tidak lama setelah Holiwings mengunggah promosi itu di media sosial.

“Iya jadi perlu diketahui bahwa mereka memposting kalau tidak salah hari Rabu atau hari Kamis pagi. Untuk promosinya sendiri untuk hari Kamis malam. Memang ini belum terjadi karena memang kita sudah bergerak cepat sudah menindaklanjuti informasi tersebut sehingga kalau kita baca dari selembaran ataupun promo yang disampaikan itu. Itu berkalu untuk hari Kamis, berarti kemarin malam,” ujar Budhi.

Baca juga:  Heboh! Hotman Paris Tantang Menaker Debat Terbuka Terkait JHT BPJS Ketenagakerjaan

Tak butuh waktu lama, kepolisian langsung menetapkan enam orang staf Holywings sebagai tersangka. Para tersangka dijerat pasal penistaan agama dan juga ujaran kebencian bernuansa SARA.

“Ada enam orang yang jadi tersangka yang kesemuanya adalah orang yang bekerja pada HW (Holywings),” ujar Budih.

Berikut keenam tersangka itu:

1. Pria inisial EJD (27) selaku creative director Holywings
2. Perempuan inisial NDP (36), selaku head team promotion
3. Pria inisial DAD (27), pembuat desain virtual
4. Perempuan inisial EA (22), tim admin media sosial
5. Perempuan inisial AAB (25), selaku socmed officer
6. Perempuan inisial AAM (25) selaku admin tim promo
Sumber: detikcom.bali