Heboh, Logo Baru Label Halal Tuai Berbagai Komentar Warganet

Sumber: populisid

Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan rilis dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait logo baru label halal. Berbagai macam pihak memiliki ketidaksamaan pemikiran terkait label baru tersebut. Meskipun sebelumnya Kemenag telah menyebutkan secara filosofis makna logo tersebut.

Mereka menyebut bahwa logo tersebut mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesia-an. Namun, banyak pihak yang tak sepemikiran dengan hal itu. Salah satu Ketum DPP KNPI, Haris Pertama, turut menanggapi persoalan tersebut.

Haris Pertama menganggap bahwa label terseubt terkesan mirip wayang dan dinilai dapat memicu perpecahan Indonesia.

“Kalau penjelasannya seperti ini maka akan berakibat perpecahan, Indonesia itu ada Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi dan berbagai macam suku. Harusnya label halal harus dengan simbol atau tulisan berdasarkan agama Islam saja,” tulis Haris di cuitan Twitternya, Senin (14/3).

Baca juga:  Heboh! Billy Syahputra Dapatkan Kecupan Manis Usai Angkat Badan Maria Vania

Komentar tersebut diberikan atas terbitan logo baru oleh Kemenag RI. Menteri agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa secara bertahap label halal yang diterbitkan MUI dinyataan tak berlaku lagi. Sebagai gantinya adalah milik BPJPH Kemenag tersebut. Label itu pun segera diberlakukan secara nasional.

“Di waktu-waktu yang akan datang, secara bertahap label halal yang diterbitkan MUI dinyatakan tidak berlaku lagi,” ujar Yaqut dalam akun instagram @gusyaqut, Sabtu (12/3).

Menurutnya, hal itu mengacu pada keputusan Undang-undang mengenai sertifikasi halal yang perlu diselenggarakan oleh pemerintah bukan organisasi masyarakat (Ormas).

“Sertifikasi halal, sebagaimana ketentuan Undang-undang, diselenggarakan oleh pemerintah, bukan lagi Ormas,” ucapnya.
Sumber: populisid