Heboh! Laporan Keuangan Camtumkan Main Golf BPJS Ketenagakerjaan Habis 3,1 Miliar

Sumber: radarcirebon.com

Di tengah panasnya isu terkait Jaminan Hari Tua (JHT), saat ini justru diperpanas dengan adanya laporan keuangan BPJS Ketenagakerjaan yang mencantumkan anggaran main golf sebesar 3,1 miliar.

Potongan dokumen yang tersebar tersebut diduga berasal dari Laporan Keuangan BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu disorot oleh massa sebab menuliskan anggaran untuk main golf yang nilainya miliaran.

Dalam laporan tersebut tertulis Jaminan Keanggotan Golf, yang merupakan membership BPJS Ketenagakerjaan atas fasilitas golf per 31, Desember 2018 dan 2019.

Dengan masing-masing anggaran sebesar Rp3,1 miliar. Dnegan rincian yakni di Rancamaya, Bogor Rp1,4 miliar, Taman Dayu Golf Club Rp215 juta.

Cibodas Golf Park Rp180 juta, Damai Padang Indonesia Golf Rp473 juta, Palm Hill Country Rp202 juta, Pan Isi Development Rp177 juta dan PR Kokaba Diba Rp375 juta.

Baca juga:  Heboh! Kemenpan Resmi Hapus Tenaga Kerja Honorer di Instansi Pemerintahan pada 2030

Potongan dokumen tersebut mulai heboh sejak diunggah oleh akun Twitter Partai Rakyat Pekerja dengan akun @rakyatpekerja.

Terkait hal tersebut, pihak PBJS Ketenagakejaan turut memberikan klarifikasi. Dalam hal ini Pejabat Pengganti Sementara Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Dian Agung Senoaji memberi penjelasan.

Menurut dia, jaminan keanggotaan golf yang nilainya mencapai Rp 3,1 miliar lebih tidak memanfaatkan dana peserta dalam pengelolaan program jaminan sosial.

Jaminan Keanggotaan Golf merupakan aset lama yang berasal dari peralihan aset PT ASTEK (Persero) dan PT Jamsostek (Persero) yang diperoleh dari kompensasi kekurangan pelunasan investasi reksadana pada 2004 serta transaksi keuangan selama periode 1991-1992.

Baca juga:  Ternyata Seperti Ini Sejarah Piala Oscar, Kalian Harus Tau!

Jaminan Keanggotaan Golf tersebut dicatat sebagai aset badan (BPJS), dan bukan merupakan bagian dari aset Dana Jaminan Sosial (program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian.

Kemudian bukan juga dari Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kehilangan Pekerjaan) sehingga tidak berdampak pada kemanfaatan peserta atas pengelolaan Dana Jaminan Sosial.

“Nilai tersebut bersifat transferable atau berpotensi dipindahtangankan untuk memperoleh keuntungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyebut BPJS Ketenagakerjaan melakukan pengelolaan dana jaminan sosial sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Sumber: radarcirebon