Heboh Istilah Flexing, Ajarkan Hal Ini Agar Anak Tidak Sombong di Media Sosial

Sumber: jawabancom

Kekayaan para crazy rich yang akhirnya ditangkap oleh polisi akibat hasil penipuan masih heboh diperbincangkan netizen. Dari fenomena tersebut, jagad maya pun akhirnya diperkenalkan dengan istilah baru, yakni Flexing. Kita mengetahui bahwa para crazy rich itu mudah dilacak dengan menggunakan flexing. Lantas apa sebenarnya flexing dan apa pentinnya mengenalkan anak pada istilah tersebut?

Flexing sendiri merupakan perilaku pamer kekayaan di media sosial. Istilah tersebut muncul di Indonesia lantaran munculnya crazy rich yang umurnya tergolong muda. Beberapa perusahaan memanfaatkan orang-orang yang gemar melakukan flexing dengan berbagai tujuan. Di antaranya untuk endorsement, menunjukkan kredibilitas, dan ingin mencari pasangan yang juga kaya.

Sayangnya hal ini disalahgunakan oleh beberapa orang untuk menipu. Akhirnya muncullah penipuan berkedok investasi, review bohong tentang produk supaya orang mau memakainya, mengajak orang untuk bergaya hidup wah walaupun dengan uang pas-pasan, dan masih banyak lagi.

Baca juga:  POPULER! Cek Sinopsis Wedding Agreement The Series Episode 1-4, Alur Cerita Dijamin Bikin Greget

Untuk menjaga anak dari sifat ini, kita bisa mengajarkan 3 hal penting ini dari sekarang.

1. Hindari gaya hidup hedonis

Agar anak tidak jadi orang yang angkuh, ajarkan anak untuk terbiasa berusaha sendiri mendapatkan hal yang ia butuhkan. Jika tidak, ia akan merasa bahwa fasilitas yang ia dapatkan adalah hal yang biasa.

Dampak jangka panjangnya adalah kesulitan untuk bersyukur dan memberikan empati pada orang yang tidak seberuntung dia. Anak akan mudah meremehkan orang yang tidak setara dengannya.

2. Kurangi standar hidup yang tinggi
Saat anak bersekolah di tempat yang semua anaknya memakai sepatu dengan harga 1 juta, maka anak akan berpikir bahwa itu adalah hal yang wajar. Ia terbiasa dengan gaya hidup seperti itu. Tentu saja sebagai orangtua kita ingin anak memiliki berbagai hal yang bagus seperti anak lainnya.

Baca juga:  5 Tips Hadapi UTBK/SNBT 2023, Pasti Lolos PTN Impian!

Tapi tak ada salahnya memberikan pandangan yang lain bahwa ada orang-orang yang tak seberuntung dia. Apabila kita selalu bertindak melayani, membenarkan, dan memberikan segala sesuatunya untuk anak, maka tak akan mengherankan jika ia akan tumbuh menjadi anak yang angkuh dan menyebalkan.

3. Tumbuhkan empati anak
Dengan empati, mereka bisa melihat kondisi orang lain yang tidak semampu dia. Itulah yang bisa membantunya segan untuk memamerkan gaya hidup wah yang dimilikinya. Dia bisa berpikir bahwa banyak orang yang tidak seberuntung dia, dan dia menghargai mereka dengan tidak mem-posting hal-hal yang terkesan “memamerkan” yang dia miliki.
Sumber: jawabancom