Heboh, Ibu Bunuh Anak Kandung di Brebes, Ini Faktanya

Sumber: harianid

Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan kabar seorang ibu membunuh anaknya di Brebes. Kabar yang bererdar tersebut kemudian menjadi heboh dan viral di media sosial.

Betapa tak menghebohkan, fenomena tersebut memang tergolong sangat sadis. Sehingga tak salah jika kabar tersebut banyak mencuri perhatian masyarakat Indonesia.

Perempuan sadis tersebut diketahui berasal dari Desa Tonjong, Kecamatan Tonjon, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Ia telah menganiaya 3 orang anaknya, Minggu (20/03) kemarin. Dalam kasus tersebut seorang anak tewas dan dua yang lainnya terluka parah, sehingga membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

Pelaku pembunuhan anak kandung sendiri diketahui berinisial KT usia 35 tahun dan saat ini ini pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian Polres Brebes dan dipastikan pihak kepolisian akan melakukan pengusutan secara tuntas kasus pembunuhan kepada anaknya sendiri tersebut.

Baca juga:  Video Anak Datang ke Pernikahan Ibu Kandung Digendong Ayanya Viral dengan Penonton 24 Juta

Menurut AKP m Yusuf selaku Kapolsek Ponjong, dirinya menceritakan apabila pembunuhan sadis yang dilakukan oleh ibu kandung kepada anaknya menjadi salah satu kasus yang baru terjadi di Kecamatan Tonjong sehingga kasus ini menjadi kasus yang luar biasa memperoleh perhatian dari masyarakat.

Sementara itu, kronologi pembunuhan terebut berawal dari depresi berat yang dialami oleh ibu dari anak-anak tersebut. Menurut AKP, Yusuf selaku Kapolsek Ponjong pembunuhan sadis yang dilakukan seorang ibu kandung kepada anaknya bermula pada jam 4.30 wIB dari pengakuan saksi mata yaitu Hamidah berusia 52 tahun yang juga Bibi dari pelaku, dirinya mendengar adanya teriakan dari dalam kamar yang menjadi tempat yang ditempati pelaku bersama ketiga anaknya.

Baca juga:  Jesse Choi Mualaf Sebelum Nikahi Maudy Ayunda

Sang Bibi kemudian berusaha membuka pintu kamar akan tetapi didalam ternyata dikunci dan dikarenakan merasa panik Hamidah langsung berteriak minta tolong dan tidak lama selanjutnya, muncullah tetangga bernama Irwan berusia 46 tahun di mana tetangganya tersebut mendengar teriakan hamidah dan akhirnya keduanya berusaha membuka paksa pintu dengan menggunakan palu.

Ketika pintu berhasil dibuka, seorang anak berinisial Arka sudah dalam kondisi meninggal dunia berlumuran darah dikarenakan digorok dan terlihat di area tubuhnya penuh dengan luka sayat dan untuk 2 anak lainnya mengalami luka-luka parah dan kedua anaknya tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Ponjong lalu dirujuk ke RSU Siti Aminah Bumiayu untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Sumber: harianid