Giring Trending Topik, Nenek Hindun Dikaitkan Politik Identitas dan Politisasi Agama

Sumber: republika

OMTELOLET –Baru-baru ini, Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha, kembali menuai sorotan publik usai membuat pernyataan menohok. Pernyataan tersebut kali ini menyangkut pautkan Nenek Hindun. Lantas, siapakah sosok Nenek Hindun yang dimaksud?

Nenek Hindun yang ia sebut-sebut dalam pernyataan menohoknya dinilai sebagai seorang warga yang menjadi korban jahatnya politik identitas dan politisasi agama. Ia mengatakan bahwa sosok Nenek Hindun ini lebih layak untuk diperjuangkan menjadi nama jalan di Jakarta.

“Nama jalan (alm) nenek Hindun ini lebih tepat untuk diperjuangkan menjadi nama jalan baru di Jakarta untuk mengingatkan kita ada seorang warga yang menjadi korban jahatnya Politik Identitas dan Politisasi Agama,” tulis Giring Ganesha di akun pribadinya @Giring_Ganesha, Sabtu (25/06/2022) kemarin.

Baca juga:  Heboh, Pacar Baru Kalina Tantang Vicky Prasetyo Duel Tinju

Pernyataan tersebut sontak membuat namanya nangkring di jajaran trending topik Twitter. Tagar #Giring kini tampak telah ditweet sebanyak lebih dari 6.125 kali. Cuitan-cuitan tersebut dikaitkan dengan tema atau komentar yang disampaikan oleh mantan vocalis Nidji tersebut.

Ditegaskan Giring Ganesha, PSI ingin menarik garis tegas tidak berkompromi dengan orang yang menghalalkan segala cara termasuk dengan memperalat agama.

“Tidak ada kompromi bagi PSI bagi mereka yang menghalalkan cara, memperalat agama, main mata, bergandeng tangan dengan kelompok intoleran, menggunakan ayat untuk menjatuhkan lawan politik,” twit Giring.

Dikatakan Giring, menggunakan politik Identitas, politisasi agama dan pemanfaatan rumah ibadah untuk sekedar jabatan gubernur semata.

“Jejak digital dan kerusakan di masyarakat yang ditimbulkan masih terasa hingga sekarang,” tandasnya.

Baca juga:  Heboh Isu Penundaan Pemilu, Puan Maharani Lontarkan Ucapan Tegas

Lalu siapa nenek Hindun? Beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa warga bernama Nenek Hindun dikaitkan sebagai korban politisasi ayat dan mayat pada momentum Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017 lalu.

Pada unggahan tersebut disematkan meme dengan narasi yang menolak untuk mensalatkan pendukung Ahok, yaitu dalam konteks tersebut Nenek Hindun.

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut salah. Faktanya, Jenazah Nenek Hindun tetap disolatkan.
Pihak kepolisian membantah isu bahwa terdapat penolakan solat Jenazah Nenek Hindun.

“Saya sudah konfirmasi sendiri ke pihak keluarga, bahwa tidak ada penolakan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan saat itu, Kombes Iwan Kurniawan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan bahwa Nenek Hindun tidak disalatkan di musala karena keterbatasan orang dan cuaca hujan.

Baca juga:  Heboh! Intip 5 Fakta Pernikahan Hyun Bin dan So Ye Jin Hari Ini

“Jadinya terpaksa Ustadz Syafi’i mensalatkan di rumah bu Hindun,” kata Iwan seperti dilansir Disway.id dari turnbackhoax.id.

Dengan demikian, klaim jenazah Nenek Hindun ditolak dan tidak disalatkan adalah informasi yang sedikit keliru.
Sumber: disway