Belajar Penjumlahan Pecahan Penyebut Sama

Soal penjumlahan pecahan penyebut sama akan selalu mengingatkan kita pada pelajaran Matamatika di sekolah. Mempelajarinya pun tidak akan mudah bila kita tidak memahami dan mengetahui rumus penjumlahannya.

Terkadang ada diantara kita yang juga pernah bertanya-tanya, mengapa kita harus mempelajari penjumlahan pecahan penyebut sama? Apakah ada gunanya dan manfaatnya dengan kehidupan yang akan dijalani sehari-sehari disaat sedang berada diluar sekolah?

Nah, bila kalian juga termasuk kedalam golongan orang yang pernah mempertanyakan mengapa penjumlahan pecahan penyebut sama harus dipelajari? Serta apa manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari, maka kalian harus membaca artikel ini untuk menjawab semua hal yang kalian pertanyakan mengenai penjumlahan pecahan penyebut sama.

Pertama, kita harus pahami bahwa rumus untuk mengerjakan soal pecahan penyebut sama adalah :

=

Hal yang harus dipahami dari rumus penjumlahan  pecahan penyebut sama tersebut adalah, angka yang berada dibagian bawah, angka tersebut dikenal dengan istilah “penyebut”. Jika kedua angka dibawahnya sama, maka, angka penyebutnya sama dan sudah bisa disebut sebagai pecahan dengan penyebut sama.

Baca juga:  Mempelajari Kelipatan Persekutuan itu Mudah kok!

Sebagai contoh ;

+  =

Nah, contoh soal penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama ini akan sangat berguna saat kita dihadapkan pada situasi kehidupan nyata. Misalkan, Musa dan Ali membeli sebuah Pizza yang berbentuk satu lingkaran utuh. Berselang 5 menit jam kemudian, Musa pergi membeli minum, lalu Ali mengambil ¼ bagian Pizza dan memakannya. Kemudian,saat Musa datang kembali dengan membawa dua botol minuman, Ali kembali mengambil ¼ bagian Pizza tersebut dan memakannya. Pertanyaannya, berapakah total bagian Pizza yang telah dimakan Ali jika dihitung kedalam bentuk pecahan dengan penyebut yang sama?

sumber gambar : cilacapklik.com

Sebelum menjawab contoh soal kasus tersebut, terdapat tiga hal yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum menjawab soal penghitungan tersebut.

  • Kita diharuskan menjumlahkan antara angka pembilang dengan pembilang
  • Angka penyebut bersifat tetap, artinya tidak dirubah
  • Hasil penghitungannya dapat disederhanakan
Baca juga:  Mempelajari Faktor Persekutuan itu Mudah! Begini Penjelasannya

Sederhanya, dari contoh soal Pizza milik Ali dam Musa tersebut :

¼ + ¼ = 2/4

Hasil 2/4 tersebut masih bisa disederhanakan dengan cara menentukan pembagi bilangan beserta penyebutnya dengan angka bilangan yang sama dan dapat membagi kedua-duanya. Semisal, kita bisa melakukan penjumlahan dengan menentukan angka 2 sebagai bilangan pembaginya ;

Maka,  =

=

Maka, dengan demikian, dari contoh soal Pizza yang dibeli Musa dan Ali, diketahui bahwa total Pizza yang telah diambil dan dimakan oleh Ali adalah sebesar ½. Artinya, ½ merupakan setengah dari total satu lingkaran Pizza yang sudah dimakan oleh Ali.

Contoh soal lainnya, sebuah truk mengangkut Gandum sebanyak 6  ton dan menurunkannya ke kota Malang dan Blitar. Bila truk itu menurunkan 2  saat di Malang, maka berapakah sisa muatan Gandum yang harus diturunkan di Blitar?

Baca juga:  Membahas Tuntas Gambar Tali Busur Lingkaran dan Rumusnya

Cara menjawabnya :

6  – 2

= (6-2) + (6/4-2/4)

=  4 + 4/4 ton

= 4 4/4 ton

Maka, sisa muatan Gandum dalam truk yang harus diturunkan di Blitar adalah sebesar 4 4/4 ton.

Jadi, begitulah cara mengerjakan soal penjumlahan pecahan penyebut sama beserta rumus dasarnya. Setelah membaca artikel ini, seharusnya kamu sudah paham cara mengerjakannya, dan tidak akan lagi apa kegunaan belajar menghitung penjumlahan pecahan penyebut sama.

 

Sumber referensi : https://id.wikihow.com/Menjumlahkan-Pecahan