Bebaskan Munarman Trending di Twitter, Munarman Disebut Pernah Dukung Pembangunan Gereja

Sumber: suarasumsel

Beberapa waktu belakangan ini, nama Munarman menjadi trending topik di Twitter. Pasalnya, ia dianggap tak pantas disebut sebagai sosok terorisme. Lantas apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh Munarman?

Munarman adalah tersangka terorisme yang menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Jakarta Timur, Senin (14/03) kemarin. Sidang yang akan dijalaninya ini mengagenddakan tuntutan terhadap dirinya

Namun, berbagai alasan diutarakan oleh netizen yang menganggap sosok Munarman tak pantas disebut sebagai terorisme dan meminta agar Munarman dibebaskan.
Netizen kemudian mempertanyakan, gereja mana yang berhasil dibom oleh Munarman? Lebih dari itu, netizen banyak membagikan video pembelaan terhadap Munarman di media sosial Twitter.

Selain netizen, Said Didu pun memutar video pernyataan pembelaan terhadap Munarman.

Baca juga:  Calum Scott Umumkan Kolaborasi dengan Lyodra, Inilah Daftar Lagunya yang Bernuansa Ballad

“Munarman dimanfaatkan dan dijadikan alat dan calo kekuasaan, calo-calo kekuasaan ini ahli fitnah,” ujar di video tersebut.

Dia pun menyebut jika Munarman tidak pantas disebut sebagai teorisme. Munarman pernah mengutuk aksi terorisme di Surabaya, mendukung pembangunan gereja di Cinerek.

“Saya tahu Munarman, Munarman kenal saya. Saya pendukung Ahok dan pendukung Jokowi. Munarman ini teman saya, dia lah aktivis gerakan,” ujar dia.

“Munarman dimanfaatkan calo-calo untuk memeras kekuasaan,” pungkasnya.

Netizen lainnya juga mengungkapkan jika Munarman sering membantu bencana alam.

Munarman didakwa merencanakan dan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Dalam surat dakwaan yang dibacakan, jaksa menyebut bahwaMunarman pada medio 2015 terlibat dalam serangkaian kegiatan di beberapa tempat. Misalnya pada 24 dan 25 Januari 2015 dan beberapa kesempatan di tahun yang sama.

Baca juga:  Simak 7 Fakta Unik Jungwon ENHYPEN yang Ultah Hari Ini

JPU menyebut, Munarman terlibat kegiatan, misalnya di Sekretatiat FPI Makasar, Markas Daerah FPI Laskar Pembela FPI Makassar, dan Pondok Pesantren Aklaqul Quran Makassar. Selain itu, di Aula Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Serangkaian agenda yang dihadiri Munarman itu, lanjut jaksa, dimaksudkan untuk menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas. Bahkan, menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas atau hilangnya nyawa atau harta benda orang lain.

JPU, dalam surat dakwaan yang dibacakan turut membeberkan cara-cara Munarman merencanakan dan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. JPU menyebut, Munarman, mengaitkan kemunculan kelompok teroris ISIS di Suriah untuk mendeklarasikan setia kepada Abu Bakar al-Baghdadi selaku Pimpinan ISIS pada 2014.

Baca juga:  Perseteruan Safa dan Penggemar NCT di Space Twitter Bikin Heboh, Begini Isinya

JPU melanjutkan, propaganda ISIS juga berhasil mempengaruhi beberapa kelompok di Indonesia. Misalnya pada sekitar tanggal 6 juni 2014 bertempat di gedung UIN Syarif hidyaatullah, Ciputat, Tangerang Selatan.
Sumber: suarasumsel