Bagaimana Proses Terjadinya Hujan? Begini Alurnya

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan
sumber gambar : unsplash.com

OMTELOLET – Bagaimana proses terjadinya hujan? sebagian dari kamu pasti pernah bertanya dalam hati bagaimana proses hujan bisa terjadi. Ya, pada dasarnya hujan tidak terjadi begitu saja, karena ada banyak proses yang terjadi sebelumnya.

Hujan terkadang menjadi suatu fase yang sangatlah dinanti semua orang, hawa dingin yang hadir sangat dinantikan. Umumnya, hawa dingin saat terjadi hujan dinikmati orang-orang dengan banyak cara, seperti menyeduh minuman hangat hingga makanan hangat seperti Mie.

Terkadang, Hujan yang turun malah menjadi Inspirasi bagi orang-orang tertentu dalam melahirkan suatu karya. Entah itu menciptakan sebuah lagu, menulis sebuah puisi untuk mengingat beberapa kenangan di masa lalu yang masih membekas.

Namun, diluar hal tersebut, ada satu hal yang cukup penting untuk diketahui setiap orang. Yakni, bagaimana proses terjadinya hujan?

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan?

Hujan pada dasarnya merupakan wujud dari proses presipitasi, atau dapat juga dipahami sebagai proses pengendapan dari cairan maupun zat padat. Proses tersebut bersumber dari adanya suatu kondensasi yang jatuh dari awan lalu menuju ke permukaan Bumi.

Baca juga:  Gap Year adalah Apa?

Hujan kemudian menghasilkan sumber air bersih yang berguna bagi seluruh kehidupan mahluk di Bumi, Tak hanya menjaga kelangsungan hidup manusia, namun juga para binatang serta berbagai tumbuhan yang ada dimuka Bumi.

Air bersih yang dihasilkan dari Hujan tersebut mengendap meresap ke tanah dengan melalui celah pada tanah. Sehingga, menjadi sumber air cadangan yang tersimpan didalam tanah dan sewaktu waktu dapat digunakan untuk keberlangsungan mahluk hidup di Bumi.

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan
sumber gambar : unsplash.com

Evaporasi, Proses Awal Terjadinya Hujan

Evaporasi menjadi tahapan paling awal dari proses terjadinya Hujan, dimana Evaporasi merupakan proses penguapan air. Penguapan air tersebut diakibatkan oleh panasnya suhu Bumi yang kemudian membuat berbagai sumber air di Bumi menjadi menguap.

Baca juga:  Mengapa Kita Harus Menjaga Kesehatan Organ Pernapasan?

Uap air itu kemudian naik hingga menuju atmosfer dan dan menggumpal membentuk awan. Bila semakin panas suhu di Bumi, maka akan semakin banyak uap air yang menggumpal menjadi awan dan kemudian berpotensi mengakibatkan hujan deras.

Kondensasi, Proses Lanjutan Terjadinya Hujan

Hasil penguapan air di sungai, laut dan danau yang menguap dan menggumpal menjadi awan, lalu naik ke Atmosfer. Berikutnya, gumpalan awan hujan tersebut mengalami proses Kondensasi atau dapat disebut sebagai proses Pengembunan.

Proses Pengembunan yang disebut Kondensasi ini membuat uap air yang menggumpal tersebut bisa berubah menjadi partikel es. Selanjutnya, partikel-partikel es ini terus menyatu menjadi gumpalan awan berwarna putih.

Baca juga:  Proses Pematangan Buah Pisang, Begini Cara Cepatnya

Presipitasi, Proses Akhir Terjadinya Hujan

Tahapan akhir dari proses terjadinya Hujan adalah Presipitasi, yang dapat dipahami sebagai proses mencairnya gumpalan awan yang mengandung butiran es. Butiran es tersebut mencair dengan wujud titik-titik hujan yang selanjutnya mengalir ke tempat yang lebih rendah di dataran Bumi. Sebagian lainnya akan meresap dan mengendap didalam tanah untuk menjadi sumber air cadangan.

 

sumber referensi : https://www.gramedia.com/literasi/proses-terjadinya-hujan/